Bandar Lampung (Lampost.co) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta kepada masyarakat Lampung Utara agar tetap tenang menghadapi situasi pasca gempa. Warga tidak terpengaruh kabar atau isu yang tidak jelas kebenarannya dan menghindari bangunan yang mengalami retakan akibat guncangan.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengimbau warga untuk memeriksa kondisi rumah juga sebelum kembali beraktivitas di dalamnya.
“Pastikan bangunan aman dan tidak ada kerusakan yang membahayakan. Kami mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Daryono.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat hanya mengikuti informasi dari sumber resmi. Kanal komunikasi resmi BMKG dapat terakses melalui akun media sosial @infoBMKG, laman bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi InfoBMKG di perangkat Android maupun iOS.
Untuk itu, masyarakat bisa tetap tenang, waspada, dan tidak panik menghadapi fenomena alam tersebut. “Langkah tersebut penting agar warga memperoleh informasi yang benar, sekaligus menjaga ketertiban serta keamanan di lingkungan sekitar,” kata dia.
Untuk diketahui, gempa tektonik mengguncang wilayah Sungkai Tengah, Lampung Utara, Kamis, 28 Agustus 2025, pukul 09.15 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa dengan magnitudo 4,7 tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa terletak di darat pada koordinat 4,76° LS dan 104,65° BT, dengan kedalaman 184 kilometer.
“Gempa itu merupakan jenis menengah akibat deformasi batuan dalam lempeng dengan mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust),” ujar Daryono dalam keterangan resmi.
Guncangan gempa timbul di sejumlah daerah, seperti Panaragan; Sungkai Barat, Tengah, dan Utara; Kotabumi; serta Pringsewu. Gempa memiliki intensitas III MMI (getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti truk melintas). Sementara di Kota Agung, guncangan terukur pada skala II–III MMI.
Meski getaran sempat terasa jelas di warga, BMKG menegaskan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Hasil monitoring juga menunjukkan hingga pukul 09.23 WIB tidak terjadi gempa susulan.








