Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang agresif dalam mengembangkan ekosistem pelayanan publik berbasis digital.
Melalui rapat evaluasi bersama Tim Jakarta Smart City (JSC), Pemprov Lampung menegaskan komitmennya untuk menjadikan Lampung-In sebagai platform digital terdepan. Aplikasi ini pemprov harapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara cepat, mudah, dan terintegrasi.
Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan menuturkan bahwa Lampung-In merupakan hasil transformasi dan adaptasi dari aplikasi JAKI milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Platform ini resmi pemerintah luncurkan pada Mei 2025 dan kini telah digunakan oleh lebih dari 14 ribu pengguna aktif.
“Ini adalah salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk memajukan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berbasis data. Mulai dari aduan masyarakat, informasi layanan, hingga data harga komoditas pertanian dan perikanan, semuanya disiapkan dalam satu aplikasi,” jelas Marindo.
Baca Juga:
JSC Dorong Transformasi Digital Lampung-In
Berikan Apresiasi
Ketua PMO JSC, Mahir, memberikan apresiasi terhadap perkembangan pesat Lampung-In dalam waktu kurang dari satu tahun.
Menurutnya, Lampung-In telah menunjukkan kemampuan teknis yang solid serta respons cepat terhadap berbagai pengaduan masyarakat.
“Penanganan laporan dan pengaduan di Lampung-In sudah sangat baik. Bahkan, beberapa kasus bisa selesai dalam hitungan jam. Ini seharusnya lebih banyak di publikasikan karena membawa marwah Pemprov Lampung,” kata Mahir.
Ia juga mengingatkan bahwa tren teknologi digital akan terus berubah sehingga Lampung-In perlu strategi baru agar tetap relevan dan tidak stagnan.
“Tahun 2026 harus menjadi tahun inovasi. Lampung-In harus dinamis, terus berkembang, dan menambah fitur sesuai kebutuhan warga Lampung,” ujarnya.








