Bandar Lampung (Lampost.co)—Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan membangun dan menjaga kerukunan umat beragama menjadi fokus utama kinerja Kemenag Lampung pada tahun 2026. Komitmen tersebut sejalan dengan visi Menteri Agama Republik Indonesia yang tertuang dalam delapan program prioritas Kementerian Agama.
Poin penting:
- Kerukunan umat beragama menjadi fokus utama kinerja Kemenag Lampung tahun 2026.
- Kerukunan dan cinta kemanusiaan menjadi program pertama dari delapan program prioritas Kementerian Agama.
- Kemenag terus memperkuat layanan keagamaan, pendidikan, dan ekonomi umat melalui transformasi digital dan program berdampak.
Menurut Zulkarnain, kerukunan merupakan fondasi penting dalam menciptakan sinergi antarelemen bangsa. Sinergi yang kuat diyakini mampu mendorong terciptanya perdamaian sekaligus mempercepat kemajuan masyarakat dan negara.
“Tidak akan ada kemajuan di Indonesia tanpa kedamaian, tidak akan ada kedamaian tanpa sinergitas, dan tidak akan ada sinergitas tanpa kerukunan,” tegas Zulkarnain usai upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama, Sabtu (3/1/2026).
Baca juga: Peringati HAB Ke-80, Kemenag Lampung Beri Penghargaan kepada 99 ASN
Ia menjelaskan kerukunan dan cinta kemanusiaan menjadi program pertama dari delapan program prioritas Kementerian Agama. Program prioritas tersebut meliputi peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi, layanan keagamaan berdampak, pendidikan unggul, pemberdayaan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, sukses penyelenggaraan haji, serta digitalisasi tata kelola.
“Kerukunan harus menjadi fondasi. Dari rukun lahir sinergi, dan dari sinergi kita bergerak bersama mewujudkan Indonesia yang damai dan maju,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkarnain juga menyampaikan perjalanan 80 tahun Kementerian Agama menegaskan peran strategis institusi ini sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Seiring perkembangan zaman, peran tersebut makin luas dan krusial, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, perawatan kerukunan umat beragama, pemberdayaan ekonomi umat, hingga menghadirkan agama sebagai solusi atas persoalan bangsa.
Sepanjang tahun 2025, Kementerian Agama telah bekerja keras membangun fondasi “Kemenag Berdampak”. Transformasi digital secara masif telah menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat, transparan, dan cepat bagi masyarakat.
Baca juga: ASN Kemenag Diminta Adaptif terhadap Perkembangan Zaman
Selain itu, Kemenag juga memperkuat ekonomi umat melalui pemberdayaan ribuan pesantren dan optimalisasi potensi dana sosial keagamaan seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, diakonia, kolekte, dana punia, paramita, dan dana kebajikan. Program tersebut tidak hanya mendorong kemandirian lembaga keagamaan, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat secara luas.
Di bidang pendidikan, Zulkarnain menegaskan madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan terus menunjukkan peningkatan kualitas. Melalui inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana, institusi pendidikan Kemenag kini sejajar, bahkan dalam beberapa aspek melampaui, standar pendidikan lainnya.
“Semua ikhtiar ini menegaskan satu komitmen, setiap kebijakan Kementerian Agama harus menghadirkan manfaat nyata yang masyarakat rasakan langsung, bukan sekadar urusan administratif dan birokrasi,” ujarnya.








