Pringsewu (lampost.co)–Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) kini menggenjot pengerjaan infrastruktur di Kabupaten Pringsewu. Fokus utama menyasar tiga ruas penting yakni Pringsewu–Kalirejo, Pringsewu–Pardasuka, dan Pardasuka–Sukamara guna menjamin kenyamanan pengguna jalan.
Kepala Dinas BMBK Lampung M. Taufiqulloh merincikan bahwa ruas Pringsewu–Kalirejo mendapat kucuran dana terbesar yakni Rp25 miliar. Anggaran ini dialokasikan untuk pembangunan rigid beton sepanjang 2,5 kilometer.
“Insyaallah 100 persen selesai. Dengan penanganan rigid ini tidak ada lagi jalan berlubang di segmen tersebut,” tegas Taufiqulloh saat meninjau lokasi.
Sementara itu ruas Pringsewu–Pardasuka mendapat alokasi Rp6 miliar untuk rigid beton sepanjang 600 meter. Ruas Pardasuka–Sukamara juga menyusul dengan anggaran Rp5 miliar melalui konstruksi fleksibel sepanjang 700 meter. Selama pengerjaan berlangsung tim Unit Reaksi Cepat (URC) dikerahkan untuk menutup lubang sisa agar jalur mudik tetap aman.
Taufiqulloh juga menyoroti banyaknya bangunan ruko dan permukiman yang menutup saluran air secara permanen. Tanpa lubang resapan yang memadai air hujan meluap ke badan jalan dan merusak struktur aspal secara cepat.
“Kalau air tidak masuk ke saluran akhirnya menggenang di jalan. Lama-lama aspal rusak dan berlubang,” jelasnya.
Budayakan Gotong Royong
Pemerintah mengingatkan bahwa jalan merupakan aset bersama yang dibangun dari pajak rakyat. Oleh karena itu Taufiqulloh mengajak warga untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong terutama dalam membersihkan sedimentasi dan sampah plastik pada drainase.
“Pemerintah membangun tapi masyarakat juga harus ikut merawat. Kalau sama-sama peduli jalan kita akan lebih awet dan nyaman dilalui,” pungkasnya.






