Bandar Lampung (Lampost.co) – Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, M. Yadi Sofyan Noor mengatakan perlu harmonisasi dan sinergi antara Pemprov Lampung dengan para petani dan nelayan.
”Kehadiran Gubernur hari ini adalah bukti nyata keberpihakan pemerintah. Saya sampaikan bahwa KTNA Lampung harus menjadi barometer nasional. Pengurus baru harus mampu mengawal hilirisasi dan menjadi jembatan teknologi bagi petani di pelosok,” ujar Yadi Sofyan Noor.
Ia meminta KTNA Lampung benar-benar turun ke lapangan mendampingi petani. Terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Kemudian ia juga menekankan pentingnya KTNA Lampung tetap selaras dengan kebijakan nasional. Namun juga tetap kritis dalam memperjuangkan kesejahteraan anggota di daerah.
“Saya mengajak seluruh anggota KTNA Lampung selalu memperkuat kelembagaan ekonomi petani agar memiliki daya tawar yang tinggi terhadap pasar,” katanya.
Pelantikan Pengurus
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengukuhkan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Lampung Masa Bakti 2026–2031. Pelantikan tergelar di Aula Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu, 31 Januari 2026.
Pengurus yang dikukuhkan tersebut berjumlah 44 orang dan diketuai Hanan A. Rozak. Pengukuhan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Nomor 044/SKEP/KTNA NASIONAL/I/2026 tentang Susunan Pengurus KTNA Provinsi Lampung Masa Bakti 2026–2031.
Gubernur menekankan peran strategis KTNA sebagai mitra pemerintah dalam menyerap aspirasi petani dan nelayan di tingkat bawah. Sekaligus sebagai wadah berbagi pengetahuan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.
Ia berharap pengurus KTNA Provinsi Lampung Masa Bakti 2026–2031 dapat bekerja secara proaktif dan inovatif. Serta mampu merangkul petani milenial guna menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.








