Bandar Lampung (Lampost.co) – Pergerakan penumpang di Bandar Udara (Bandara) Radin Inten II Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mulai mengalami peningkatan. Dalam sehari, ada 4 ribuan orang yang menggunakan transportasi udara tersebut.
Lonjakan tersebut karena dampak adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA), Senin-Selasa, 16-17 Maret 2026 bagi pegawai negeri dan pegawai swasta. Serta menghadapi momentum libur Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Sementara itu, berdasarkan data realisasi pergerakan lalu lintas (traffic movement) per tanggal 13 Maret 2026. Tercatat, ada 32 movement pesawat terbang (Aircraft). Bila membandingkan dengan tahun sebelumnya, ada 20 movement. Artinya ada kenaikan sebesar 60%.
Kemudian untuk jumlah penumpang, tercatat ada 4.155 orang. Sementara tahun sebelumnya ada 3.026 movement, ada kenaikan sebesar 37%. Selanjutnya untuk muatan cargo ada 6,8 ton, sementara bila membandingkan tahun sebelumnya sebesar 8,1 ton. Terdapat penurunan sebesar 16%. Lalu ada 2 extra flight/penerbangan tambahan, 71% load factor dan 90% On-Time Performance (OTP)
Sabtu, 14 Maret 2026
Selanjutnya untuk Realisasi Traffic Movement per tanggal 14 Maret 2026. Untuk Aircraft ada 30 movement, sementara tahun sebelumnya 20 movement, artinya tahun ini ada kenaikan sebesar 50%. Kemudian jumlah pax ada 4.646 orang, sementara tahun sebelumnya sebesar 3.507 movement, ada kenaikan sebesar 32%.
Kemudian untuk Cargo ada 6,1 ton, sementara tahun sebelumnya sebesar 5,7 ton, terdapat kenaikan sebesar 7%. Pada Sabtu, 14 Maret 2026, tidak ada extra flight, namun untuk load factor sebesar 80% dan OTP sebesar 90%.
General Manager Bandara Bandara Internasional Radin Inten II Kiki Eprina Arieanti memastikan pelayanan terlaksana dengan baik. PT. Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Radin Inten II juga memiliki Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026, yang beroperasi dari 13-30 Maret 2026.
Dengan adanya Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 menjadi penanda kesiapan penuh seluruh pihak Bandara Internasional Radin Inten II. Apalagi dalam melayani perjalanan udara masyarakat pada periode arus mudik Lebaran.
“Seluruh infrastruktur dan fasilitas bandara. Baik sisi udara maupun sisi darat telah dipastikan dalam kondisi optimal,” ucapnya.








