Kalianda (Lampost.co): Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan berupaya mempertahankan status Lampung Selatan (Lamsel) sebagai daerah eliminasi malaria. Pihak dinkes mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya.
Pelaksana Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lampung Selatan, Anisa, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 tidak ditemukan satu pun kasus malaria di wilayah tersebut. Menurut dia, capaian itu merupakan hasil konsistensi pengendalian lingkungan serta pengawasan terhadap pendatang dari wilayah yang pernah menjadi daerah endemis malaria.
“Selama 2025 tidak ada kasus malaria. Untuk menjaga status eliminasi ini, kami terus melakukan pengendalian lingkungan dan surveilans migrasi, khususnya bagi warga pendatang dari daerah eks-endemis,” ujar Anisa di Lampung Selatan, Jumat (23/1).
Dinkes Lampung Selatan juga melibatkan puskesmas dalam upaya promosi kesehatan kepada masyarakat. Petugas secara rutin mengedukasi warga agar menggunakan kelambu saat tidur serta menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah munculnya tempat perindukan nyamuk.
Ia menegaskan bahwa status bebas malaria di Lampung Selatan terbukti dari hasil pemantauan sejak Januari hingga Desember 2025 yang menunjukkan nihil kasus. Meski demikian, pihaknya tetap menjalankan langkah-langkah pencegahan secara berkelanjutan.
“Kabupaten Lampung Selatan masih dinyatakan bebas malaria dan tidak ada penularan di masyarakat. Namun, upaya pencegahan tidak boleh berhenti,” kata dia.
Anisa menjelaskan, Dinkes bersama lintas sektor terus melakukan survei vektor, larvasidasi, serta pembersihan lingkungan secara gotong royong. Kegiatan tersebut difokuskan pada area rawan seperti wilayah pesisir, muara, saluran air, dan lokasi yang kerap tergenang.
Menurut dia, aliran air di muara yang tersumbat akibat ombak pasang harus segera dibersihkan. Pasalnya, lumut serta tumpukan daun dan kayu dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penular malaria.
Karena itu, Dinkes mengajak masyarakat aktif menjaga kebersihan lingkungan dan mengonsumsi obat pencegahan malaria saat bepergian ke daerah endemis. Ia juga menekankan pentingnya penanganan cepat apabila ditemukan dugaan kasus malaria.
“Jika ada indikasi malaria, segera lakukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai prosedur agar tidak terjadi penularan,” ujarnya.








