Kalianda (lampost.co)–Jarum jam menunjukkan pukul 21.36 WIB ketika heningnya malam di Dusun Sukamaju, Desa Natar, pecah oleh raungan sirine. Kilatan lampu rotator berwarna merah memantul di dinding-dinding rumah warga Gang Nusa Indah yang tengah resah dalam kegelapan.
Bukan tanpa alasan listrik di sana padam. Malam itu, Rabu, 8 April 2026, suasana mencekam menyelimuti permukiman. Di salah satu pekarangan rumah warga, api merayap di sela-sela kabel tiang listrik. Percikan cahaya yang tidak seharusnya ada itu memaksa setidaknya sepuluh keluarga berhamburan keluar rumah, memilih berdiri di bawah langit malam demi keselamatan.
Di antara kerumunan warga yang cemas, ada Humai. Wajahnya tegang. Di tangannya, sebuah ponsel menjadi satu-satunya harapan untuk menyambungkan kegentingan malam itu dengan bantuan yang mereka butuhkan.
Di tengah kepungan rasa takut akan korsleting listrik yang bisa merembet ke permukiman, hanya satu nama yang muncul di benaknya yakni Camat Natar, Eko.
“Saya lumayan panik tadi. Mau menelepon siapa, bingung. Namanya juga berhubungan dengan listrik, kalau terlambat penanganan takutnya bertambah berbahaya. Tadi cuma kepikiran Pak Camat,” tutur Humai di lokasi kejadian.
Baginya, panggilan telepon malam itu bukan sekadar laporan administratif, melainkan seruan minta tolong seorang warga kepada pimpinannya.
Sepuluh Menit
Ketakutan Humai dan warga lainnya tidak menggantung lama. Hanya berselang sepuluh menit setelah laporan masuk ke camat, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Posko Natar tiba di lokasi kejadian.
Kehadiran seragam pemadam kebakaran di tengah kegelapan seketika menurunkan tensi ketegangan. “Saya lega karena petugas sigap tiba di lokasi kejadian,” ungkap Humai.
Bagi Humai dan warga Dusun Sukamaju, kejadian malam itu menjadi cermin kecil dari sebuah pelayanan publik yang besar. Kesigapan pemda, mulai dari respons cepat camat hingga keberanian petugas Damkar merupakan bentuk ketulusan.
Pelayanan publik, di mata masyarakat kecil, bukanlah soal angka atau laporan di atas kertas, melainkan tentang siapa yang hadir saat mereka merasa tidak aman. “Terima kasih, Pak Camat, atas respons cepatnya dalam membantu kami,” pungkas Humai.








