Bandar Lampung (Lampost.co) — Masyarakat Indonesia, khususnya Provinsi Lampung diminta untuk tetap memonitor konflik di Timur Tengah. Namun juga perlu tetap berhati-hati dan menjaga kerukunan di dalam negeri.
Konflik tersebut meledak ketika serangan dari Amerika Serikat dan Israel kepada Iran. Apalagi setelah informasi kematian Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran sejak 1989 tentu menyebabkan luka. Dan ini pasti menyalakan semangat masyarakat Iran.
“Kita maunya kan hidup dengan kerukunan dan damai. Eskalasi konflik dan politik kita monitor perkembangannya,” kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung, Prof. M. Bahruddin, Senin, 2 Maret 2026.
Kemudian ia mengatakan, tidak ada yang diuntungkan dalam suatu perang. Menang jadi arang, kalah jadi abu.
“Kita doakan yang terbaik berdasarkan ketetapan Allah SWT. FKUB mengajak masyarakat untuk tetap berhati-hati, damai, dan rukun. Apapun agamanya dan apapun pilihan politiknya,” ujarnya.








