Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung mencatat aktivitas pariwisata sepanjang 2025 hingga November menunjukkan tren positif. Jumlah perjalanan wisatawan yang berwisata di Lampung mencapai 24,70 juta perjalanan.
Poin penting :
1. Kota Bandar Lampung jadi daerah kunjungan wisatawan.
2. Peran pariwisata tingkatkan perekonomian daerah.
3. Bertambahjya fasilitas wisata jadikan geliat wisatawan meningkat.
Kota Bandar Lampung masih menjadi tujuan utama wisatawan dengan kontribusi sebesar 20,62 persen dari total perjalanan.
Daerah tujuan berikutnya adalah Kabupaten Lampung Selatan yang menyumbang 13,88 persen dan Kabupaten Lampung Tengah sebesar 12,25 persen.
Dari sisi ekonomi, sektor pariwisata Lampung mengalami pertumbuhan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2023, perputaran ekonomi pariwisata tercatat sekitar Rp16,26 triliun dan meningkat menjadi Rp30,39 triliun pada 2024.
Memasuki 2025 hingga November, nilai ekonomi sektor pariwisata kembali melonjak hingga mencapai Rp53,11 triliun.
Baca juga : Perhotelan Alami Penurunan 50% Dampak Efisiensi AnggaranPerhotelan Alami Penurunan 50% Dampak Efisiensi Anggaran
Lonjakan ini menunjukkan peran pariwisata yang semakin besar terhadap perekonomian daerah.
Peningkatan tersebut tidak hanya karena bertambahnya jumlah perjalanan wisatawan.
Rata-rata pengeluaran wisatawan juga mengalami kenaikan, dengan nilai belanja per perjalanan pada 2025 mencapai sekitar Rp2,15 juta.
Sejumlah indikator pendukung pariwisata turut menunjukkan perkembangan positif. Jumlah destinasi wisata meningkat dari 557 lokasi pada 2022 menjadi 627 lokasi pada 2025.
Selain itu, jumlah restoran dan rumah makan juga mengalami pertumbuhan. Pada 2022 tercatat sebanyak 1.975 unit, kemudian meningkat menjadi 2.511 unit pada 2025.
Berbagai fasilitas hiburan seperti bioskop, karaoke, pusat olahraga, dan arena rekreasi lainnya juga terus bertambah.
Namun, pertumbuhan fasilitas tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kinerja sektor perhotelan.
Sepanjang 2025, tingkat penghunian kamar hotel berbintang Provinsi Lampung rata-rata tercatat sebesar 48,93 persen.
Sementara itu, tingkat hunian hotel nonbintang masih berada pada level 25,60 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas wisata masih mendominasi perjalanan singkat.
Saat kapasitas akomodasi yang mencapai 49 hotel berbintang dan 495 hotel nonbintang, tantangan keseimbangan antara ketersediaan kamar dan permintaan efektif masih menjadi pekerjaan rumah sektor pariwisata Lampung.








