Bandar Lampung (Lampost.co)– Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Lampung menerima pengembalian berkas pendaftaran calon Ketua BPD Hipmi Lampung, pada Musyawarah Daerah (Musda) XV Hipmi Lampung.
Satu pendaftar yang melengkapi dan menyerahkan berkas pendaftaran, yakni Gilang Ramadhan ke Sekretariat BPD Hipmi Lampung, pada Jumat, 3 Januari 2025.
“Saat ini kami menunggu (calon lain) yang akan mengembalikan berkas,” ujar Ketua Ketua Steering Commite Musda Akbar Gemilang, Jumat, 3 Januari 2025.
Nantinya, menurut Akbar langkah selanjutnya yakni tahapan verifikasi berkas pendaftar dari 3 – 6 Januari 2024. Verifikasi pihaknya lakukan untuk menguji berkas persyaratan dari calon yang mendaftar. Nantinya, penyelengaraan pelaksanaan Musda pada 14 Februari 2025.
“Nanti di tanggal 6 Januari 2025 ada pengumuman dan penetapan calon ketua umum (yang memenuhi syarat),” katanya.
Sementara itu, Gilang Ramadhan yang menyerahkan berkas pendaftaran, menyebut dia telah menerima dukungan dari 12 Badan Pengurus Cabang (BPC) Hipmi Kabupaten/Kota dari total dari 15 BPC yang ada di Lampung. “Alhamdulillah saya mendapat dukungan 12 BPC,” katanya.
Menurutnya, BPC Hipmi Tanggamus dan Mesuji belum bisa memberikan dukungan karena belum melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab). Kemudian, BPC Hipmi Way Kanan, meski telah melaksanakan Muscab, namun jajaran kepengurusan belum terlantik.
Penggerak Pengusaha Muda
Jika terpilih, Gilang ingin membawa BPD Hipmi Lampung ke depan dengan tema “Growth, Ready, and Colaboration“. Yakni, untuk menjadi penggerak kolaborasi para pengusaha muda di Lampung.
“Saya memulai usaha dari UMKM mulai dari counter HP, rumah makan, papan bunga dan lainnya. Saya tahu rasanya merintis dan ingin membantu menjadi penghubung membangun ekonomi Lampung,” katanya.
Lanjut Gilang, menurutnya UMKM merupakan penggerak ekonomi di Provinsi Lampung. Karena itu ia berharap UMKM bisa berkolaborasi dengan segala lini sektor. Termasuk pemerintahan, yang mana kelak Gubernur Lampung bakal dijabat oleh Rahmat Mirzani Djausal yang juga berlatar belakang pengusaha.
“Saya berharap nanti Provinsi Lampung ekonominya maju. Kita jangan jadi provinsi yang mengirim barang mentah keluar. Harus mengedepankan program hilirisasi yang pemerintah pusat inisiasi. Lampung juga bisa,” katanya.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News








