• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 12/01/2026 17:16
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Pansus Singkong Minta Kementerian Lain Turut Andil Tangani Polemik Harga Singkong di Lampung

Adi SunaryoAsrul Septian MalikbyAdi SunaryoandAsrul Septian Malik
27/01/25 - 19:25
in Ekonomi dan Bisnis, Lampung
A A
Ketua Pansus Singkong DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas. Lampost.co/Asrul Septian Malik

Ketua Pansus Singkong DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas. Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co)– Panitia Khusus (Pansus) Tata Niaga DRPD Singkong menanggapi Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mulai menyoroti polemik harga singkong di Provinsi Lampung.

Ketua Pansus Mikdar Ilyas mengatakan, pihaknya mendukung upaya yang akan dilakukan oleh Kementerian Pertanian. “Berarti pemerintah pusat sudah mendengar dan ingin mengambil langkah,” ujar Mikdar, Senin, 27 Januari 2025.

Baca juga: Mentan Atensi Importir Singkong di Lampung

Dari segi Kementerian Pertanian, bisa menata agar adanya peningkatan produksi singkong oleh Petani di Provinsi Lampung. Kementerian harus mendorong singkong menjadi tanaman yang masuk ke kategori tanaman ketahanan pangan. “Agar harga bisa ditata,” kata Anggota DPRD Lampung dari Fraksi Gerindra itu.

Lanjut Mikdar, kementerian bisa mendorong adanya upaya subsidi pupuk untuk petani singkong. Lalu, kementerian bisa menyediakan bibit unggul dan menyediakan alat pertanian yang bisa meningkatkan produksi.

Namun polemik anjloknya harga singkong harus juga mendapat penanganan oleh Kementrian lain. Salah satunya Kementerian Perdagangan. Agar, adanya penataan soal impor singkong. Kementerian Perdagangan jangan mudah mengeluarkan izin impor. Jika ada upaya impor, menyarankan lembaga pemerintah seperti BUMN yang melakukan impor.

“Hal agar bisa mendapat pengawalan dan sesuai kondisi petani dan kondisi daerah. Jadi tidak dilepas secara bebas ke perusahaan swasta saja,” katanya.

Selain itu, Kementrian Perindustrian juga harus turun tangan pada polemik singkong. Kementrian Perindustrian juga bisa mendorong agar adanya produk turunan dari singkong, tidak hanya tepung tapioka saja.

“Semua kementerian (terkait) mesti terlibat, agar dibuat peraturan yang berpihak pada petani juga pengusaha. Mentan sudah gerak ini bagus, dan enggak mungkin kementerian lain enggak gerak. Kami harap pemerintah pusat secepatnya mengambil keputusan. Ini darurat, karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” katanya.

Kesepakatan Harga

Sebelumnya, Pemprov Lampung bersama DPRD dan petani membuat kesepakatan harga Singkong menjadi Rp1.400 per kilogram dengan potongan tonase minimal 15 persen. Kesepakatan itu usai para petani menggelar aksi dan beraudiensi dengan DPRD Lampung dan Pemprov Lampung.

Namun ternyata sejumlah perusahaan tidak bisa menerapkan harga tersebut. Perusahaan tidak bisa menerima singkong dari petani dan menutup pabriknya.

Menurut Mikdar, alasan pengusaha menutup pabrik pembelian singkong oleh petani karena kualitas kadar air dan besaran singkong dianggap tidak sesuai. Sehingga perusahaan atau pabrik tidak sanggup membeli dengan harga kesepakatan awal.

“Menurut pengakuan mereka dengan kondisi singkong saat ini dan harga Rp1400 per kilo mereka rugi. Sementara petani meminta agar pengusaha menjalankan kesepakatan bersama,” tambahnya.

Dengan kondisi begini menurut Mikdar perlu peran pemerintah pusat untuk segera mengatasi persoalan yang ada. “Harus mencari solusi agar petani maupun pengusaha tidak sama-sama merugi. Maka yang bisa mengurai ini perlu peran pemerintah pusat agar dapat membuat semacam regulasi pasti perihal singkong ini,” ujarnya.

“Dalam waktu dekat, kami Pansus akan menyampaikan persoalan yang ada ke komisi IV DPR RI dan ke kementerian terkait. Rencana kami akan berangkat pada, 3 Febuari 2025,” katanya.

Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News

Tags: Berita Ekonomi LampungEkonomi dan Bisnisharga singkong anjlokharga singkong lampungmenteri pertanianpansus singkong lampungpolemik harga singkong
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Pengelolaan Keuangan Daerah yang Berintegritas Jadi Kunci Kemajuan Lampung

Pengelolaan Keuangan Daerah yang Berintegritas Jadi Kunci Kemajuan Lampung

byRicky Marlyand1 others
12/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemprov Lampung didorong untuk terus memperkuat pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Upaya tersebut...

OPD Diminta Percepat Proses Pengadaan Barang dan Jasa

OPD Diminta Percepat Proses Pengadaan Barang dan Jasa

byRicky Marlyand1 others
12/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemprov Lampung mengambil langkah strategis dengan mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera mempercepat proses...

Keuangan Daerah Didorong Jadi Penggerak Utama Pembangunan

Keuangan Daerah Didorong Jadi Penggerak Utama Pembangunan

byRicky Marlyand1 others
12/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang kuat dan berintegritas. Upaya ini sebagai...

Berita Terbaru

Arema vs Persik
Bola

Sikat Persik 2-1, Arema Putus Tren Negatif di Kandang

byIsnovan Djamaludinand1 others
12/01/2026

Malang (Lampost.co)—Arema FC memutus tren negatif enam pertandingan tanpa kemenangan dalam laga kandang dengan mengalahkan Persik Kediri 2-1 di Stadion...

Read moreDetails
Pengelolaan Keuangan Daerah yang Berintegritas Jadi Kunci Kemajuan Lampung

Pengelolaan Keuangan Daerah yang Berintegritas Jadi Kunci Kemajuan Lampung

12/01/2026
Jadwal Super League Hari Ini, Ada Laga Persija vs Bhayangkara FC, Tanding Pukul 19.30 WIB, Live di Indosiar

Persis Bungkam Tuan Rumah Semen Padang 3-2

12/01/2026
aksi beckham putra

Klasemen Super League Langsung Berubah Usai Persib Tekuk Persija

12/01/2026
08OLAHRAGA-FA1 (foto pendamping HL)-12JAN

Menang 1-0, Maung Bandung Juara Paruh Musim

12/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.