Bandar Lampung (Lampost.co) — Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bandar Lampung menyambut positif kehadiran Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah Nusantara (Apimsa).
Mereka berharap organisasi tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi sekaligus sarana untuk meningkatkan kapasitas usaha lokal.
Afiyati (33), pemilik usaha toko roti di Bandar Lampung, menilai keberadaan Apimsa dapat membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang dan memperluas pasar.
Ia yakin asosiasi ini mampu membantu pelaku usaha kecil mengenalkan produknya secara lebih luas. Sekaligus mendorong peningkatan omzet.
“Dengan adanya Apimsa, kami para pelaku UMKM bisa punya wadah untuk belajar, berjejaring, dan mengenalkan produk secara lebih maksimal. Harapannya, omzet usaha juga bisa meningkat karena ada dukungan dan pendampingan,” ujarnya.
Menjadi Penghubung
Sementara itu, Zaki (25), pedagang buah di Bandar Lampung, berharap Apimsa dapat menjadi penghubung yang memperkuat kepercayaan perusahaan atau industri. Khususnya yang membutuhkan pasokan buah dalam jumlah besar.
Ia menilai potensi daerah sudah sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut tanpa harus mengambil dari luar Lampung.
“Semoga Apimsa bisa membuka pintu ke perusahaan-perusahaan yang butuh pasokan buah. Lampung punya hasil pertanian yang bagus, jadi sebenarnya kebutuhan itu bisa dipenuhi dari daerah sendiri,” kata Zaki.
Keduanya berharap Apimsa dapat terus menghadirkan program yang konkret. Seperti pelatihan, pendampingan usaha, perluasan jaringan pemasaran, hingga kerja sama dengan perusahaan besar. Sehingga UMKM di Lampung dapat semakin mandiri dan berdaya saing.
“Dengan dukungan tersebut, kami para pelaku UMKM optimistis bahwa Apimsa mampu menjadi motor penggerak peningkatan perekonomian lokal,” katanya.








