Tulangbawang (lampost.co)–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang menghadapi tantangan pembenahan infrastruktur. Dari total hampir 800 kilometer jalan kabupaten, tercatat baru sekitar 40 persen yang berada dalam kondisi mantap. Minimnya alokasi APBD menjadi faktor utama lambatnya perbaikan jalan di wilayah tersebut.
Bupati Tulang Bawang Qodratul Ikhwan mengungkapkan bahwa dana yang tersedia untuk pembangunan jalan tahun ini tergolong sangat kecil, yakni tidak lebih dari Rp20 miliar. Angka ini dinilai tidak sebanding dengan luas wilayah yang harus ditangani, sehingga beberapa ruas jalan sempat viral karena kerusakan parah.
“Jalan mantap mungkin hanya sekitar 40 persen. Biaya hari ini tidak lebih dari Rp20 miliar yang bisa dialokasikan, jadi bisa dibayangkan keterbatasannya,” ungkap Qodratul pada Senin, 2 Maret 2026.
Sebagai solusi, Pemkab Tulang Bawang berencana mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp40 miliar. Menariknya, dana tersebut tidak akan habis untuk proyek pihak ketiga, melainkan difokuskan untuk pembelian armada alat berat milik pemda.
Strategi ini diyakini akan membuat biaya perawatan jalan di masa depan menjadi jauh lebih hemat dan efisien. Dengan memiliki alat berat sendiri, pemerintah daerah dapat melakukan perbaikan secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada tender proyek yang memakan waktu dan biaya besar.
Distribusi Pertanian
Terkait prioritas tahun ini, Qodratul menegaskan akan mengutamakan jalur-jalur vital yang menghubungkan sentra produksi pertanian. Kelancaran distribusi hasil bumi seperti padi menjadi kunci utama untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal.
Pj Bupati juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas publik yang telah diperbaiki. Mengingat keterbatasan dana perbaikan, kesadaran warga dalam menjaga beban muatan kendaraan sangat diperlukan agar umur pakai jalan dapat mencapai target maksimal.








