Bandar Lampung (Lampost.co)–Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di seluruh wilayah. Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat monitoring yang dihadiri Gubernur Lampung bersama Panglima Kodam II/Sriwijaya Raden Intan serta jajaran terkait.
Sekda Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan bahwa progres pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di 15 kabupaten/kota telah mendekati 40 persen. Namun demikian, pemerintah daerah kini memberikan perhatian khusus kepada Kota Bandar Lampung.
Menurut Marindo, Bandar Lampung menghadapi tantangan tersendiri, terutama terkait ketersediaan lahan yang memenuhi kriteria pembangunan gerai. Oleh karena itu, Pemprov Lampung memfokuskan upaya pada optimalisasi dukungan aset dari berbagai pihak.
“Di Bandar Lampung, kami memastikan dukungan aset, baik milik Pemprov, Pemerintah Kota, instansi vertikal, hingga BUMN. Seluruh potensi kami maksimalkan untuk pembangunan gerai KDMP,” ujarnya.
Selanjutnya, Gubernur Lampung menginstruksikan pendataan menyeluruh terhadap aset pemerintah yang memenuhi persyaratan. Kriteria tersebut meliputi luas lahan antara 600 hingga 1.000 meter persegi, lokasi strategis, akses mudah bagi masyarakat, serta tidak mengganggu pelayanan publik.
Aset yang memenuhi ketentuan tersebut akan dialokasikan untuk mendukung pembangunan gerai Koperasi Merah Putih. Beberapa aset Pemprov Lampung yang masuk dalam pendataan antara lain area perkantoran yang masih memiliki ruang tersedia. Fasilitas publik seperti PKOR Way Halim, serta lahan di lingkungan SMA dan SMK Negeri, dengan catatan tidak mengganggu proses belajar-mengajar.
Program KDMP
Saat ini, seluruh sumber daya aset milik Pemprov Lampung untuk menyukseskan program KDMP. Selain itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar percepatan pembangunan dapat berjalan merata.
“Untuk Bandar Lampung, awalnya kami mencatat tiga titik. Namun, setelah rapat hari ini, jumlahnya bertambah menjadi lebih dari 10 titik dan masih akan terus berkembang. Harapannya, seluruh 126 kelurahan di Bandar Lampung nantinya memiliki Koperasi Merah Putih,” kata Marindo.
Dengan langkah tersebut, Pemprov Lampung berharap kehadiran Koperasi Merah Putih mampu memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah perkotaan maupun pedesaan.








