• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 27/01/2026 06:07
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Pengusaha Tepung Tapioka Lampung Nilai Permainan Lapak Rugikan Petani Singkong

Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) Provinsi Lampung menilai saat ini harga singkong Lampung mengalami penurunan.

Triyadi IsworobyTriyadi Isworo
25/06/25 - 16:07
in Ekonomi dan Bisnis, Hukum, Lampung, Politik
A A
Ketua Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) Provinsi Lampung, Welly Sugiono. Tangkapan Layar YouTube Parlemen

Ketua Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) Provinsi Lampung, Welly Sugiono. Tangkapan Layar YouTube Parlemen

Bandar Lampung (Lampost.co) — Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) Provinsi Lampung menilai saat ini harga singkong Lampung mengalami penurunan. Bahkan jauh dari harga yang telah ditetapkan Pemprov Lampung.

Hal tersebut tersampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Gedung Nusantara Jakarta, Rabu, 25 Juni 2025.

Ketua PPTTI Provinsi Lampung, Welly Sugiono, mengatakan dalam proses yang berlaku. Seharusnya petani menerima harga bersih Rp945 per kilogram. Ini mengacu pada harga dasar Rp1.350 yang telah tertetapkan Gubernur Lampung, dengan potongan 30 persen.

Namun, faktanya, para petani hanya menerima antara Rp400 hingga Rp500 per kilogram. Harga tersebut karena praktik permainan harga oleh pelaku lapak yang mengambil keuntungan.

“Kalau pelapak ambil untung Rp100 saja per kilogram, dengan volume produksi yang ada di Lampung. Keuntungannya bisa mencapai Rp110 miliar. Ini luar biasa besar,” ujarnya.

Kemudian ia juga menyoroti bahwa permasalahan dalam industri tapioka tidak bisa hanya terlihat sebagai konflik antara petani dan pabrik. Menurutnya, masalah ini adalah hasil dari kerusakan sistem dalam ekosistem industri tapioka itu sendiri. Apalagi selama ini tidak pernah tertangani secara menyeluruh.

“Setiap muncul masalah, selalu petani dan pabrik yang terbenturkan. Padahal ini bukan persoalan dua pihak saja, tapi seluruh sistemnya yang bermasalah,” kata Welly.

Tekanan Berat

Sementara itu, para pabrik singkong anggota PPTTI juga mengalami tekanan berat. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 250 ribu ton stok tapioka dari anggota asosiasi yang tidak bisa terjual.

Harga pasar yang sebelumnya mencapai Rp6.500 per kilogram, kini hanya harganya Rp5.200. Belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN). Kondisi ini membuat pabrik kesulitan menutupi biaya produksi jika tetap membeli singkong dari petani dengan harga tinggi.

Tak hanya soal harga dan distribusi, Welly juga menyoroti kebijakan harga Rp1.350 yang hanya berlaku tanpa ada penerapan daerah lain. Ia menilai hal ini menimbulkan diskriminasi dan ketimpangan antar daerah.

“Kalau kebijakan ini tidak bisa terterapkan secara nasional, mengapa hanya Lampung yang ada aturannya. Ini membuat kami tidak bisa bersaing, padahal Lampung menyumbang sekitar 40 persen produksi tapioka nasional,” katanya.

Adapun PPTTI meminta agar pemerintah pusat segera menetapkan harga singkong secara nasional. Langkah ini penting untuk menciptakan keadilan bagi semua pelaku industri tapioka termasuk petani dan pabrik.

“Penetapan harga singkong kami minta berlaku secara nasional. Ini harus segera terlaksanakan agar menciptakan keadilan dan kepastian,” katanya.

Kemudian ia juga mengatakan impor tapioka mulai terjadi pada tahun 2012. Dan terbebaskan bea masuk yang terbebankan oleh perusahaan yang melakukan impor.

“Dari segi bibit kita juga sudah kalah dari segi pemupukan juga tidak maksimal. Kemudian tidak satupun pemerintah itu launching bibit yang bagus. Sekarang di Thailand per hektar bisa sampai 50 ton kadar pati pasti bisa sampai 23 sedangkan. Sementara kita 20 persen sudah alhamdulillah,” tutupnya

Source: Atika Oktaria SN
Via: Triyadi Isworo
Tags: AspirasiBadan LegislasiBalegdpr riGedung Nusantara JakartaGUBERNUR LAMPUNGpemprov lampungPerhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka IndonesiaPETANIPPTTIProvinsi Lampungrapat dengar pendapat umumRDPUsingkongTepung TapiokaWelly Sugiono
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pertamina1

Jaga Keandalan Mesin Industri, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Salurkan Perdana Biosolar B40 Performance

byIsnovan Djamaludin
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)—PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) resmi memulai penyaluran perdana Biosolar B40 Performance (B40PF) bagi...

Yamaha1

Sentral Yamaha Lampung Resmi Jadi Premium Shop Pertama di Sumatra

byIsnovan Djamaludinand1 others
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)—PT Lautan Teduh Interniaga selaku main dealer Yamaha di Provinsi Lampung mencatatkan sejarah baru pada awal tahun 2026....

Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), Senin (26/1/2026).

DPR Tetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI

byNur
26/01/2026

Jakarta (Lampostr.co)— Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah melalui uji kelayakan...

Berita Terbaru

logo Liga Prancis
Bola

Kejutan di Pierre-Mauroy, Strasbourg Gilas Lille 4-1

byIsnovan Djamaludin
27/01/2026

Lille (Lampost.co)—Publik Stade Pierre-Mauroy terbungkam saat tuan rumah LOSC Lille dipaksa menyerah dengan skor telak 1-4 oleh tamunya, RC Strasbourg,...

Read moreDetails
logo BRI Super League

Dwigol Alex Martins Menangkan Banten Warriors

27/01/2026
Selebrasi Raphinha

Tekuk Oviedo 3-0, Barcelona Kembali ke Puncak Klasemen La Liga 2026

27/01/2026
juve vs napoli

Juventus Hajar Napoli 3-0, Persaingan Empat Besar Memanas

27/01/2026
AS Roma vs AC Milan

Penalti Pellegrini Selamatkan Giallorossi

27/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.