Bandar Lampung (Lampost.co) — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif merangkul pelaku ekonomi kreatif di Provinsi Lampung.
Diskusi membahas penguatan ekosistem ekonomi kreatif, akses pembiayaan, peningkatan kapasitas SDM, hingga perluasan jaringan pemasaran.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya dalam arahannya menegaskan komitmen pemerintah menjadikan ekonomi kreatif sebagai pilar utama pertumbuhan nasional.
Ia menyebut pembentukan kementerian khusus ekonomi kreatif sebagai langkah strategis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah saat ini tengah mematangkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 20 tahun ke depan. Dalam rancangan terbaru, jumlah subsektor ekonomi kreatif bertambah dari 17 menjadi 21 subsektor. Termasuk modifikasi otomotif (custom), teknologi baru seperti AI dan blockchain, hingga konten kreator dan voice over.
Baca Juga:
Kolaborasi Pemerintah dan Tenaga Profesional Latih Juru Masak
Hilirisasi di Sektor Kreatif
Kemudian Menteri juga menyoroti pentingnya hilirisasi di sektor kreatif. “Hilirisasi bukan hanya soal tambang. Di sektor kreatif, hilirisasi berarti memperkuat film, musik, fashion, dan kuliner lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing global,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, sinergi pemerintah pusat dan daerah harapannya semakin solid dalam mendorong ekonomi kreatif di Lampung tumbuh lebih kuat.
Kemudian berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta berkontribusi pada pembangunan nasional.
Sementara itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik inovasi Kementerian Ekonomi Kreatif ini.
Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang belajar dan berbagi inspirasi. Sekaligus memperkuat jejaring pelaku usaha di Lampung sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif daerah.








