Bandar Lampung (Lampost.co) – Pembangunan jaringan konektivitas jalan yang menghubungkan Provinsi Lampung, Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi terus terlaksanakan. Konektivitas ini harapannya mampu menciptakan multiplayer efek berbagai bidang yang berdampak positif.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT. Hutama Karya, Mardiansyah mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur dan pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terus terlaksanakan. Apalagi JTTS Sumatera Bagian Selatan.
Kemudian ia menjelaskan saat ini pihaknya telah mengoperasikan 4 (empat) ruas jalan tol utama wilayah Sumatera Bagian Selatan. Ruas tersebut, yaitu Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (189 km). Selanjutnya Tol Palembang–Indralaya (22 km). Lalu Tol Indralaya–Prabumulih (64,5 km) dan Tol Bengkulu – Taba Penanjung (17,6 yang menjadi bagian dari koridor utama JTTS.
“Total panjang tol yang telah beroperasi pada wilayah ini mencapai lebih dari 293 kilometer. Secara signifikan memperkuat konektivitas antar wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya, Jumat, 7 November 2025.
Lalu ia mengatakan kehadiran jaringan tol tersebut berhasil memangkas waktu tempuh antardaerah secara signifikan. Misalnya, perjalanan dari Palembang menuju Prabumulih kini hanya sekitar 45 menit dari sebelumnya lebih dari 2 jam. Bengkulu menuju Taba Penanjung kini dapat tertempuh sekitar 20 menit dari sebelumnya lebih dari 1 jam. Sementara akses logistik dari Lampung ke Palembang dapat ditempuh sekitar 4,5 jam dari sebelumnya 8–9 jam.
Kemudian selain peningkatan konektivitas, pihaknya juga terus memperkuat pelayanan kepada pengguna jalan. Apalagi melalui penyediaan berbagai fasilitas pendukung dan rest area yang representatif. Misalnya Rest Area KM 56 Jalur A dan B Tol Indralaya–Prabumulih yang terlengkapi SPBU musala, toilet bersih. serta area UMKM lokal, dan Rest Area KM 234 Jalur A dan B di Tol Terpeka yang menyediakan fasilitas pengisian kendaraan listrik (EV Charging Station).
“Selain itu, kita juga menghadirkan layanan operasional 24 jam seperti ambulans, patroli jalan raya, derek, dan call center layanan darurat. Ini guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengguna jalan tol. Khususnya dalam menghadapi periode libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Palembang – Betung
Sementara itu, proyek Jalan Tol Palembang–Betung (Tol Paltung) mencapai 73,84% hingga akhir Oktober 2025. Ruas ini siap memperkuat konektivitas hingga Jambi. Jalan tol sepanjang 69,19 kilometer ini akan menghubungkan Kota Palembang hingga Betung. Sekaligus menjadi koridor penting yang menghubungkan Sumatera Selatan dengan Provinsi Jambi.
“Pembangunan Jalan Tol Paltung terus kami percepat dengan memastikan seluruh sumber daya dan material. Kemudian metode kerja yang tergunakan memenuhi standar mutu tertinggi. Dalam pelaksanaannya, kita berkoordinasi dan bekerjasama dengan pemerintah setempat serta pemangku kepentingan lainnya. Kami menargetkan proyek ini dapat segera rampung agar manfaatnya dapat segera terasakan oleh masyarakat,” ungkap Mardiansyah.
Tol Paltung terbagi dalam beberapa seksi, yakni Seksi 1 (Palembang–Rengas) sepanjang 21,50 km. Seksi 2 (Rengas–Pangkalan Balai) sepanjang 33 km. Seksi 3 (Pangkalan Balai–Betung) sepanjang 14,69 km. Junction Tahap 2 (Ramp 4,6,8) sepanjang 4,07 km. Interchange Gandus sepanjang 2,02 km, serta Interchange Pulo Rimo sepanjang 3,83 km.
Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian utama adalah pembangunan Jembatan Musi yang berada pada Seksi 1, menggunakan teknik Box Girder Balance Cantilever. Hingga akhir Oktober, pengerjaan segmen 16 jembatan tersebut telah memasuki tahap penyambungan struktur utama.
Setelah rampung, Jalan Tol Paltung akan memangkas waktu tempuh dari Palembang – Betung dari semula sekitar 3 jam menjadi hanya 1 jam. Keberadaan tol ini juga diharapkan dapat mengurai kemacetan pada jalan nasional lintas timur dan memperlancar arus logistik. Terutama menjelang periode Nataru maupun Idul Fitri.
“Kami memastikan pembangunan proyek strategis ini berjalan tepat waktu dan sesuai dengan standar kualitas terbaik. Agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat serta memperkuat konektivitas antar wilayah Pulau Sumatera,” tutup Mardiansyah.
EVP Divisi Pembangunan Jalan Tol, Pulung Satyo Anggono mengatakan pembangunan untuk konektivitas antar daerah terus terlaksanakan. Oleh sebab itu junction ini menghubungkan Lampung – Palembang, Palembang – Jambi dan Jambi – Lampung.
“Target kita 2026 selesai semua pembangunan. Bahkan forkopimda berharap junction ini bisa tergunakan pada Nataru dan Lebaran 2026. Oleh sebab itu konstruksi ini akan terus berkelanjutan,” katanya.








