Bandar Lampung (lampost.co)–Program migrasi komoditas pertanian dari singkong ke jagung yang dijalankan Pemerintah Provinsi Lampung mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan. Petani mengaku memperoleh keuntungan lebih besar setelah beralih menanam jagung dibandingkan singkong yang selama ini harganya tidak stabil.
Salah satu petani penerima manfaat, Triono, warga Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjung Bintang, menyebutkan bahwa beralih ke jagung menjadi keputusan yang tepat bagi kelompok taninya. “Dulu kami menanam singkong, tapi harganya tidak stabil dan kadang hanya balik modal. Sekarang kami mulai beralih ke jagung karena prospeknya lebih baik,” ujarnya.
Menurut Triono, keberhasilan ini juga berkat adanya dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Lampung dan jaminan penyerapan hasil panen oleh Bulog. Dengan sistem tersebut, petani tidak lagi khawatir terhadap fluktuasi harga di pasaran.
Garap Lahan
Ia menggarap lahan dua hektare dan berencana memperluas hingga lima hektare melalui tambahan modal dari KUR. “Dari segi keuntungan, lebih baik di jagung dibandingkan singkong. Kalau dulu hanya balik modal, sekarang ada hasil yang jelas,” ungkapnya.
Keberhasilan petani seperti Triono menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, sektor perbankan, dan petani dalam memperkuat ketahanan pangan. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Provinsi Lampung.








