Bandar Lampung (lampost.co)–Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung memprediksi tahun 2026 sebagai masa keemasan pariwisata daerah. Industri meyakini momen ini akan memicu lonjakan hunian hotel serta keramaian pusat kuliner. Keoptimisan tersebut muncul setelah sektor jasa melewati masa sulit selama beberapa tahun terakhir.
Sekretaris PHRI Lampung, Friandi Indrawan, melihat adanya tren positif pergerakan wisatawan domestik saat ini. Masyarakat kini semakin gemar mengeksplorasi destinasi yang menawarkan pengalaman alam dan budaya unik. Oleh sebab itu, geliat pariwisata akan menjadi motor utama penggerak ekonomi Bumi Ruwa Jurai.
“Kami sangat percaya tahun 2026 menjadi titik balik kesuksesan industri perhotelan dan restoran,” ungkap Friandi. Selanjutnya, beliau menyebut kekayaan bahari dan pegunungan sebagai modal kuat untuk menarik kunjungan. Keunikan makanan khas seperti seruit dan pindang juga menjadi daya pikat yang semakin populer.
Menurut Friandi, banyak pelancong kini sengaja datang hanya untuk berburu cita rasa lokal Lampung. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi pelaku usaha kuliner untuk terus berekspansi. Selain itu, peningkatan arus wisatawan pasti akan berbanding lurus dengan tingkat hunian kamar hotel.
Namun, keberhasilan ini membutuhkan dukungan promosi pariwisata yang terintegrasi dan konsisten dari pemerintah. Friandi mendorong adanya sinergi kuat antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan komunitas kreatif. Kolaborasi tersebut penting agar Lampung mampu bersaing sebagai destinasi unggulan di Pulau Sumatera.
Akhirnya, PHRI berharap pemerintah terus memperbaiki kualitas infrastruktur pendukung di setiap objek wisata. Kebijakan yang mendukung iklim usaha pariwisata berkelanjutan akan menciptakan rasa aman bagi para investor. Harapannya, seluruh pihak dapat bergerak bersama demi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih tangguh.








