Bandar Lampung (Lampost.co)—Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Assahil beraudiensi dengan Perguruan Tinggi Madani untuk membangun sinergi. Tema sinergi “Kolaborasi Menuju Pesantren Mandiri dengan Kaderisasi Akuntansi.” Ini menjadi langkah menuju kemandirian lembaga.
Direktur Litbang PPTQ Assahil H. Abdurrochman menyatakan pentingnya mencetak kader pesantren yang tidak hanya unggul dalam keislaman, tetapi memiliki kompetensi di bidang ekonomi dan akuntansi. Ia menilai potensi ekonomi produktif pesantren, seperti koperasi dan kafe, perlu didukung sistem manajemen dan pelaporan keuangan yang solid.
“Kami melihat potensi ekonomi pondok cukup baik, tapi butuh penguatan di sektor akuntansi. Dengan kolaborasi bersama perguruan tinggi, semangat Tri Dharma bisa menyatu dengan visi pesantren. Santri harus kuat dalam kajian keislaman, tapi tidak tertinggal dalam ilmu umum,” ujar Abdurrochman, Jumat, 13 Juni 2025.
Baca Juga: PPTQ Assahil Lampung Timur Sembelih 25 Hewan Kurban
Pihak Perguruan Tinggi Madani menyambut antusias inisiatif kolaborasi ini. Dosen Madani, Syofia Hadi, menilai mahasiswa berlatar pesantren memiliki karakter kuat dan kedisiplinan tinggi, menjadi modal penting dalam proses akademik.
“Kami sangat terbuka untuk bekerja sama, baik melalui seminar, workshop, hingga pelatihan kecil di bidang akuntansi. Pesantren yang hadir dalam dunia pendidikan formal akan membantu membentuk budaya transparansi dan mengikis praktik korupsi,” ujarnya.
Pimpinan Pondok Assahil, Gus Muhammad Latif Mukti menegaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat peran pesantren di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya tiga pilar pendidikan Assahil: kemasyarakatan, ubudiyyah, dan pengajaran.
“Pesantren tak boleh tertinggal. Kami ingin membekali santri dengan wawasan luas agar siap terjun ke masyarakat. Akuntansi dan ekonomi bukan sekadar tambahan, tapi bagian dari roda kehidupan yang perlu penguasaan. Pendidikan itu juga aset,” tegasnya.
Beasiswa
Dukungan serupa juga datang dari Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Madani, Endri Juniyanto. Ia memastikan kampus Madani menyediakan berbagai skema beasiswa bagi santri, termasuk Beasiswa Duta Milenial dan KIP Kuliah.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. Banyak potensi bisa dikembangkan bersama, dan kami siap menjembatani berbagai bentuk kolaborasi ke depan,” ujarnya.
Langkah awal ini harapannya menjadi fondasi kokoh mencetak generasi santri yang unggul secara spiritual, profesional. dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kolaborasi semacam ini penting untuk membangun pesantren yang mandiri, transparan, dan berdaya saing di tengah tantangan global.
PesantrenMandiri, SantriBerdaya, KolaborasiPendidikan, EkonomiPesantren,PerguruanTinggiMadani, BeritaLampung, Assahil, SantriModern,








