• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 29/11/2025 23:55
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Lampung

Program Desaku Maju Percepatan Hilirisasi Pertanian 

Muharram Candra LuginaAtikabyMuharram Candra LuginaandAtika
29/11/25 - 23:20
in Lampung
A A
Program Desaku Maju Percepatan Hilirisasi Pertanian 

Kepala Bappeda Lampung, Anang Risgiyanto. (Lampost.co/Atika Oktaria SN)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung terus menguatkan ekonomi desa melalui program strategis Desaku Maju. Program tersebut menjadi prioritas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela.

Poin Penting:

  • Pemprov Lampung fokus memperkuat ekonomi desa guna meningkatkan kesejahteraan petani.

  • Program Desaku Maju menjadi program prioritas provinsi dalam membangun kemandirian desa.

  • Hilirisasi pertanian untuk memberikan nilan tambah yang lebih besar bagi petani.

Pemprov melalui program tersebut mendorong kemandirian ekonomi desa secara sistematis. Dengan demikian, pembangunan desa tidak lagi bersifat seremonial.

Kepala Bappeda Lampung, Anang Risgiyanto, menegaskan desa menjadi awal dari pembangunan ekonomi. Hal itu mengingat desa menyimpan potensi besar sekaligus masalah mendasar. “Karena persoalan muncul di desa, solusi juga harus berasal dari desa. Program Desaku Maju dirancang berbasis kebutuhan riil warga desa,” katanya.

Baca juga: TPP Kunci Sukses Program Desaku Maju

Kontributor PDRB Nasional

Anang juga menyebut Lampung menjadi kontributor besar PDRB nasional sektor pertanian. Namun, masyarakat desa belum optimal merasakan dampaknya.

Akibatnya, petani tidak menikmati langsung nilai tambah produk pertanian. Sementara itu, keuntungan justru lebih banyak mengalir ke luar daerah.

“PDRB sering hanya bicara angka. Namun, kesejahteraan petani belum terangkat signifikan. Saat ini, rata-rata pendapatan masyarakat berkisar Rp51 juta per tahun,” ujarnya.

Hilirisasi Pertanian

Selain terbatasnya akses industri, masalah utama lain ada pada hilirisasi pertanian. Contohnya, petani padi menjual gabah mentah ke pengusaha.

Kemudian, pengusahan mengolah mengolah gabah menjadi beras di luar Lampung. Selanjutnya, menjual beras kembali ke Lampung dengan harga lebih mahal.

“Situasi ini memicu biaya yang tinggi dan membuat masyarakat membeli hasil pertanian mereka sendiri dengan harga lebih mahal,” katanya.

Karena itu, Desaku Maju mendorong hilirisasi langsung berbasis desa, salah satunya dengan menghadirkan rice milling unit atau RMU. Dengan adanya RMU, petani dapat mengolah gabah menjadi beras sendiri sehingga memperoleh nilai tambah lebih besar.

Tak hanya itu, Pemprov Lampung juga menyediakan fasilitas dryer modern untuk mempercepat proses pengeringan hasil panen. Selain mempercepat panen, kualitas beras juga meningkat.

“Jika petani menjual beras Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram, pendapatan petani melonjak tajam. Pendapatan jauh lebih besar daripada petani menjual dalam bentuk gabah yang rata-rata hanya sekitar Rp6.000 per kilogram,” ujarnya.

Terus Beri Bantuan

Selain itu, Pemprov Lampung juga menyalurkan bantuan pupuk organik cair (POC) di 500 titik atau 432 desa. Kemudian menyediakan 24 unit dryer yang terintegrasi dengan program POC.

Pemprov juga menyiapkan tambahan 10 unit dryeryang anggarannya melalui APBD Perubahan dan rencananya pada 2026 menmbah hingga 100 unit. “Seluruh upaya ini merupakan bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi desa yang inklusif sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” katanya.

Tags: Anang Risgiyantobappeda lampungdesa mandiriDryer Pertanian LampungEkonomi desa LampungheadlineHilirisasi Desahilirisasi pertanianketahanan panganPDRB LampungPembangunan Desapemprov lampungPendapatan PetaniProgram Desaku MajuPupuk Organik LampungRice Milling Unit Lampung
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Desa Way Kalam Didorong Jadi Pusat Ekonomi Karbon

Desa Way Kalam Didorong Jadi Pusat Ekonomi Karbon

byMuharram Candra Luginaand1 others
29/11/2025

Bandar Lampung  (Lampost.co) -- Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, menyimpan potensi besar pengembangan ekonomi karbon berbasis perhutanan sosial....

TPP Kunci Sukses Program Desaku Maju

TPP Kunci Sukses Program Desaku Maju

byMuharram Candra Luginaand1 others
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan peran krusial tenaga pendamping profesional (TPP) dalam menyukseskan program Desaku...

teaching factory SMKN 4(2)

Teaching Factory SMKN 4 Bandar Lampung Jadi Peluang BLUD

byIsnovan Djamaludinand1 others
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co)—Sebagai salah satu sekolah pusat keunggulan (PK) berdasarkan penetapan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), SMKN...

Berita Terbaru

Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster
Bola

Paul Munster Sebut Bhayangkara Masih Terkendala Penyelesaian Akhir

byIsnovan Djamaludinand1 others
29/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co)—Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengakui penyelesaian akhir masih menjadi kendala anak-anak asuhnya saat menghadapi Persebaya...

Read moreDetails
Pelatih sementara Persebaya, Uston Nawawi

Uston Agak Kecewa Persebaya Diimbangi Bhayangkara

29/11/2025
Desa Way Kalam Didorong Jadi Pusat Ekonomi Karbon

Desa Way Kalam Didorong Jadi Pusat Ekonomi Karbon

29/11/2025
Program Desaku Maju Percepatan Hilirisasi Pertanian 

Program Desaku Maju Percepatan Hilirisasi Pertanian 

29/11/2025
Polisi

Polisi Imbau Warga Selektif Rekrut ART dan Jaga Barang Berharga

29/11/2025
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.