Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan di wilayah-wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Hal ini meskipun proses Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih dalam tahap penyelesaian.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Lampung, M. Firsada, menjelaskan terdapat lima kabupaten di Provinsi Lampung yang menjadi prioritas pelaksanaan program MBG. Kabupaten ini yakni Pesisir Barat, Pesawaran, Lampung Selatan, Tulangbawang, dan Tanggamus.
Kelima daerah tersebut dikategorikan sebagai wilayah 3T karena kondisi geografisnya yang menantang dan keterbatasan akses transportasi.
“Daerah-daerah ini termasuk wilayah 3T. Seperti di Lampung Selatan ada wilayah kepulauan, begitu juga Pesawaran dan Tanggamus yang memiliki pulau-pulau kecil. Sedangkan di Tulangbawang ada Desa Sungai Burung yang juga termasuk wilayah dengan akses terbatas,” ujar Firsada.
Baca Juga:
36 Dapur Gizi MBG Siap Dibangun di Daerah 3T di Lampung
Firsada menjelaskan, meskipun kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri, Pemprov Lampung memastikan proses pendistribusian makanan bergizi kepada peserta didik tetap berjalan lancar.
Hal itu dimungkinkan karena pengelolaan logistik dan distribusi makanan menjadi tanggung jawab pihak investor yang ditunjuk untuk mendukung program tersebut.
“Untuk proses pengiriman makanannya sudah menjadi tanggung jawab investor. Kami yakin mereka sudah memperhitungkan seluruh biaya operasional, termasuk distribusi ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau,” kata Firsada.
Sedang Berproses
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa proses Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kelima kabupaten tersebut saat ini sedang berproses.
Menurutnya, seluruh satuan pelayanan sudah mengajukan sertifikasi dan tengah menunggu hasil verifikasi dari pihak berwenang.
“Semua sudah mengajukan sertifikat laik higiene dan sekarang sedang berproses. Proses ini berjalan seiring dengan pelaksanaan program. Sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap bisa dilakukan sambil menunggu terbitnya sertifikat,” jelasnya.
Pemprov Lampung berkomitmen untuk memastikan keamanan, kebersihan, dan kelayakan gizi makanan bagi anak-anak penerima manfaat.
Selain itu, koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota terus mereka lakukan untuk memastikan standar kebersihan dapur dan pengolahan makanan sesuai ketentuan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan salah satu program strategis nasional. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, terutama di wilayah dengan tingkat kerentanan pangan tinggi.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan pihak investor, program ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, serta daya saing sumber daya manusia di Provinsi Lampung. Terutama di wilayah 3T yang selama ini masih menghadapi banyak keterbatasan.








