Bandar Lampung (Lampost.co) — Pasar properti di Lampung tahun 2026 tetap tumbuh dan diproyeksikan tetap bergerak positif di tengah kirisis ekonomi global dan bayang-bayang perang Iran-Amerika. Meskipun memang belum mencapai akselerasi maksimal.
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Lampung, Yuliana Gunawan memaparkan berdasarkan data awal tahun, realisasi penjualan pada triwulan I 2026 tercatat sekitar 3.142 unit atau rata-rata ±1.000 unit per bulan. Angka ini menunjukkan adanya pertumbuhan dari pada tahun sebelumnya, namun masih berada dalam kategori moderat.
“Permintaan masyarakat terhadap hunian masih cukup kuat dan stabil. Terutama di kawasan yang dikenal sebagai Segitiga Emas rumah subsidi, yaitu Natar, Jati Agung, dan Gedong Tataan,” kata Yuliana.
Kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan karena ada dukungan akses infrastruktur strategis seperti jalan tol dan dekat dengan Bandara Radin Inten II. Serta kawasan pendidikan dan ekonomi yang berkembang pesat.
Namun demikian, DPD REI Lampung menilai pertumbuhan tersebut belum optimal. Di lapangan, banyak proyek pengembangan perumahan yang mengalami hambatan, terutama akibat persoalan perizinan dan kebijakan tata ruang. Hal ini berdampak langsung pada tertahannya suplai perumahan baru. Sehingga pasar tidak dapat berkembang secara maksimal meskipun permintaan tetap ada.
“Pasar properti Lampung 2026 tetap tumbuh, tetapi belum maksimal. Permintaan ada, namun banyak proyek tertahan karena perizinan dan kebijakan lahan,” ucapnya.
Target Penjualan
Menurut Yuliana, di 2026, DPD REI Lampung menetapkan target penjualan secara realistis di kisaran ribuan unit. Target ini mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan, termasuk ritme pasar yang saat ini bergerak di kisaran 400 hingga 1.000 unit per bulan.
DPD REI Lampung menekankan bahwa potensi pasar sebenarnya cukup besar. Namun, kemampuan realisasi sangat bergantung pada kelancaran faktor-faktor pendukung. Khususnya terkait perizinan dan akses pembiayaan. Jika hambatan tersebut dapat diatasi, maka peluang peningkatan penjualan akan terbuka lebar.
“Target kami realistis di kisaran ribuan unit, mengikuti ritme pasar 400–1.000 unit per bulan. Jika hambatan dibuka, angka ini bisa langsung meningkat,” jelasnya.








