Bandar Lampung (Lampost.co) — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung mengajak masyarakat untuk menguatkan toleransi dan saling menghormati. Terutama dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Ketua FKUB Provinsi Lampung, Prof. H. M. Bahruddin mengatakan pada bulan Maret 2026 memiliki hari besar keagamaan. Yakni Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu, Kamis, 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H bagi umat Islam, Jumat-Sabtu, 20-21 Maret 2026.
“Menyikapi dua hari raya yang berbeda agama harus memiliki sikap toleransi yang tinggi. Saling menghormati dan kedewasaan dalam bermasyarakat berbangsa sesuai semboyan kita, Bhineka Tunggal Ika,” katanya, Selasa, 17 Maret 2026.
Baca Juga:
Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif di Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri
Tiga Poin
Kemudian FKUB Lampung menyampaikan beberapa poin ajakan untuk umat beragama. Pertama, agar umat beragama khususnya di Lampung saling menghormati dan menghargai. Memberikan ruang dan kesempatan kepada umat Hindu untuk beribadah dengan tenang dan tidak mengganggu prosesi ibadah.
“Misalnya merendahkan suara musik atau kegiatan lain sekitar tempat ibadah. Terutama saat tetangga berbeda agama sedang merayakan Hari Raya Nyepi dan menghormati tradisi dan simbol agama,” katanya.
Kedua, umat Islam agar menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat sinergi, toleransi, dan kerukunan umat beragama. Kemudian saling menjaga kenyamanan dan kondusifitas. Menghargai perbedaan pendapat/pandangan serta tenggang rasa dalam penentuan hari raya berdasarkan prinsip moderasi di Indonesia.
Ketiga, menyerukan kepada seluruh umat beragama untuk menciptakan suasana kondusif. Tidak mudah terprovokasi melalui berita-berita tidak bertanggung jawab atau berita hoaks di media sosial.
Jangan melakukan hal yang dapat mengganggu kerukunan, keamanan, dan ketertiban masyarakat. “Apalagi beberapa daerah Provinsi Lampung saudara kita ada yang terkena musibah banjir,” ujarnya.
Kemudian juga hendaknya perayaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri tergelorakan dengan kepedulian sosial. Sehingga makna hari raya dapat menjadikan pondasi cinta kasih sesama umat beragama di tengah masyarakat Lampung yang plural ini.








