Bandar Lampung (Lampost.co) — Volume sampah di Bandar Lampung mencapai 600 hingga 1.000 ton dalam seharinya. Dari jumlah itu, limbah yang bisa terkelola hanya 5 sampai 10 persen.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bandar Lampung, Ahmad Husna, mengatakan penggalakan berbagai program baru mampu memangkas sekitar 5 hingga 10 persen dari total sampah harian.
Sementara, volume sampah di Kota Tapis Berseri bisa mencapai 600 ton. Sedangkan, pada akhir pekan jumlahnya melonjak hingga 1.000 ton per hari akibat padatnya kedatangan wisatawan. “Reduksi sampahnya hanya 30 hingga 80 ton per hari,” kata Husna, Kamis, 11 Juli 2024.
BACA JUGA: Ganggu Jarak Pandang Masinis, Masyarakat Diimbau Tak Bakar Sampah di Rel Kereta
Pengelolaan sampah itu dalam sejumlah program, seperti bank sampah. Program itu agar masyarakat dapat memilah sampah bernilai ekonomis sebelum membuangnya ke TPA Bakung.
Selain itu, budidaya maggot untuk mengolah sampah organik dari pasar dan rumah tangga. Sebab, maggot saat ini memiliki nilai ekonomis sebagai pakan ikan dan burung.
Selain itu, pihaknya melibatkan ibu-ibu PKK di tingkat kelurahan dalam pengolahan sampah. “Dari program-program itu kami bisa mereduksi sekitar 30 hingga 80 ton sampah per harinya,” kata dia.







