Liwa (Lampost.co) – Dalam rangka menangani persoalan sampah, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan itu tergelar pada Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Rabu, 27 Agustus 2025.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Pirwan menyampaikan. Persoalan sampаh merupakan ancaman serius jika tidak terkelola dengan baik maka akan memunculkan dampak yang beraneka ragam.
Terlebih saat ini, timbunan sampah per harinya mencapai 35,4 ton per hari pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Artinya dalam setahun bisa mencapai 46.208,71 ton timbunan sampah. Dari jumlah itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat hingga saat ini baru dapat menanganinya sebanyak 15.034,04 ton/tahun atau sebesar 32,54 persen.
Karena itu, perlu adanya kampanye yang intensif ke semua lini masyarakat untuk mengatasinya. Sampah bila dapat terkelola dengan baik maka tidak akan menjadi ancaman akan tetapi bisa menjadi sumber penghasilan.
“Sebab itu perlu adanya upaya pemanfaatan limbah sampah non organik melalui bank sampah. Ini untuk meningkatkan income rumah tangga dari hasil kreasi sampah tersebut,” katanya.
Oleh sebab itu, penyelesaian permasalahan sampah ini harus bermula dari awal tempat sampah itu berada. Pertamanya, siapkan tempat pembuangan sampah sementara. Kemudian harus ada pemilahan sampah mulai dari tingkat RT/RW. Ini agar kedepannya sampah-sampah yang masuk ke TPA adalah sampah yang memang benar-benar tidak bisa termanfaatkan lagi.
Rumuskan Kebijakan
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Lampung Barat, Sugeng Raharjo mengatakan sampah merupakan masalah isu yang signifikan dalam konteks lingkungan. Terutama pada kalangan masyarakat.
“Jika pengelolaan sampah tidak terlaksanakan dengan efektif dan teratur. Maka masalah tersebut dapat menyebabkan dampak negatif pada kualitas lingkungan secara keseluruhan,” katanya.
Kemudian salah satu dampak yang mungkin timbul adalah kerusakan ekosistem. Lalu pada akhirnya dapat berdampak negatif pada kehidupan sosial masyarakat. Kabupaten Lampung Barat merupakan salah satu daerah yang terus berupaya melakukan penanganan sampah.
Produksi sampah tercatat sebanyak 35,4 ton per hari. Karena itu, semua pemangku kepentingan agar dapat bersama-sama merumuskan kebijakan yang berkelanjutan. Lalu membuat strategi yang efektif, menetapkan standar kualitas baru, dan mengalokasikan sumber daya yang memadai untuk pengelolaan sampah yang lebih inovatif.








