Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia guna menghadapi bonus demografi. Fokus utama diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan keterampilan masyarakat agar peluang tersebut tidak berubah menjadi beban pembangunan.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyebut jumlah keluarga di Lampung saat ini mencapai sekitar 2,7 juta. Ia menilai data keluarga yang akurat menjadi fondasi penting dalam merancang program pembangunan yang tepat sasaran.
Pemprov Lampung juga mencatat penurunan angka kemiskinan. Pada September 2025, persentasenya turun menjadi 9,66 persen dibandingkan 10,62 persen pada tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan efektivitas program yang berjalan, meski tetap membutuhkan penguatan berkelanjutan.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung mengalami peningkatan dari 73,13 pada 2024 menjadi 73,98 pada 2025. Peningkatan ini mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor.
Marindo menegaskan keluarga memegang peran strategis dalam pembangunan manusia. Ia menyebut kualitas keluarga akan menentukan arah dan daya saing generasi mendatang.
Untuk itu, Pemprov Lampung mendorong integrasi program pembangunan keluarga dalam perencanaan daerah. Pemerintah juga memperkuat sinergi lintas sektor hingga tingkat kecamatan dan desa, sekaligus meningkatkan pengelolaan data berbasis monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.