Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung mencatat sektor pariwisata sepanjang 2025 menyerap lebih dari 254.298 tenaga kerja.
Poin penting :
1. Dampak peningkatan pariwisata adanya kenaikan serapan tenaga kerja.
2. Infrastruktur menopang peningkatan pariwisata Lampung.
3. Hunian kamar hotel ikut meningkat dari dukungan pariwisata.
Penyerapan tenaga kerja tersebut pada sektor formal maupun informal yang terkait langsung dengan aktivitas pariwisata.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pertumbuhan sektor pariwisata tidak hanya tercermin dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja.
“Selain tenaga kerja, sektor pariwisata Lampung juga dapat dukungan oleh ketersediaan infrastruktur akomodasi,” ujar dia.
Saat ini, Lampung memiliki sekitar 544 hotel berbintang dan non-bintang dengan total lebih dari 16.000 kamar.
Baca juga : Event Internasional Dongkrak Pariwisata Lampung Sepanjang 2025
Tingkat hunian kamar hotel di Lampung sepanjang 2025 tercatat mencapai 48,93 persen.
Angka tersebut meningkat dari pada capaian tingkat hunian pada tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, berdasarkan data Kementerian Pariwisata, Provinsi Lampung masuk dalam 10 besar tujuan destinasi wisata nasional pada periode libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Dalam periode tersebut, Lampung menempati peringkat ke-10 tujuan wisata nasional, berada tepat pada bawah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Mirza mengatakan pihaknya berkomitmen memperkuat sektor pariwisata melalui peningkatan kualitas destinasi, aksesibilitas, serta pembangunan konektivitas dan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata unggulan.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat,” kata dia.
“Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memastikan pembangunan pariwisata berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” lanjut dia.








