Kotaagung (Lampost.co) — Program bedah rumah 2026 Tanggamus membawa harapan bagi guru ngaji yang menanti hampir setahun. Rumah Destri Wulan Dari kini masuk tahap survei awal.
Destri tinggal di Pekon Sridadi, Kecamatan Wonosobo. Ia mengajar sekitar 60 anak setiap hari di rumahnya. Rumah kayu itu sudah lapuk dan sering bocor saat hujan. Kondisi ini kerap mengganggu kegiatan belajar mengaji.
“Kalau hujan, air masuk dari atap. Anak-anak jadi tidak nyaman,” kata Destri, Sabtu, 11 April 2026.
Tim dari Dinas PUPR Tanggamus datang melakukan survei langsung. Kunjungan ini memberi harapan baru bagi keluarga Destri. Sahri Ismanto menyambut rencana bantuan tersebut. Ia sudah menyiapkan sebagian material untuk pembangunan.
“Kami siap bangun jika program ini berjalan. Anak-anak butuh tempat yang layak,” ujarnya.
Petugas survei, Andri, menyebut tim sudah mendata sejumlah lokasi. Survei mencakup beberapa kecamatan di Tanggamus.
“Kami lakukan survei di sekitar 15 titik, termasuk Wonosobo dan Semaka,” jelasnya.
Program ini memberi bantuan Rp20 juta لكل penerima. Dana itu mencakup material dan upah pekerja.
Rumah baru akan memiliki ukuran 6×6 meter. Struktur rangka besi akan memperkuat bangunan. Destri berharap pembangunan segera dimulai. Ia ingin anak-anak belajar mengaji dengan nyaman.








