• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 08/01/2026 01:27
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Lampung

Teknologi Early Warning System Solusi Lokal Antisipasi Tsunami Megathrust

Alat di darat bekerja dengan membaca gelombang.

Ricky MarlyAtikabyRicky MarlyandAtika
06/01/26 - 19:18
in Lampung, Pemerintahan
A A
Teknologi Early Warning System Solusi Lokal Antisipasi Tsunami Megathrust

Dosen Teknik Unila, Mona Arif Batubara. (Lampost.co/Atika Oktaria)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Dosen Teknik Unila, Mona Arif Batubara, memaparkan sistem peringatan dini early warning system yang dikembangkan Unila dapat bekerja melalui dua metode, yakni di darat dan di laut.

Hal ini dalam upaya menangani potensi tsunami akibat gempa megathrust di Lampung.

Menurut Mona, sistem yang terpasang di darat akan mereka tempatkan di kawasan pesisir. Keunggulannya terletak pada biaya yang relatif murah dengan peralatan yang tidak terlalu kompleks. Sehingga lebih mudah diterapkan di banyak titik rawan.

Baca Juga:

Waspada Megathrust, Inisiator Bencana Dorong Sistem Peringatan Dini Lokal

 

“Alat di darat bekerja dengan membaca gelombang. Saat tsunami, biasanya air laut akan surut terlebih dahulu. Anomali itu yang kemudian dibaca sistem dan memicu peringatan dini,” jelasnya.

Sementara itu, sistem yang terpasang di laut menggunakan sensor berbentuk buih yang mereka letakkan di bawah permukaan air. Sensor ini berfungsi membaca perubahan tekanan di dasar laut.

“Misalnya alat diletakkan di kedalaman 100 meter, gelombang setinggi 20 centimeter saja sudah bisa terbaca. Jika terjadi tsunami, gelombang bisa meningkat hingga puluhan meter. Sehingga perubahan tekanannya signifikan dan langsung terdeteksi,” kata Mona.

Data dari sensor tersebut akan dikirimkan ke BMKG secara berkala. Sistem bekerja sepanjang waktu dan membaca gelombang setiap detik selama 24 jam penuh. Lalu dianalisis untuk mengetahui ada tidaknya anomali yang berpotensi menjadi ancaman bencana.

Terkait potensi ketinggian gelombang 20 hingga 30 meter, Mona menegaskan masyarakat perlu memahami konteksnya secara utuh.

Menurutnya, ketinggian tersebut terjadi di wilayah pesisir, bukan di tengah laut, karena gelombang akan semakin meninggi saat mendekati daratan.

“Secara logika memang terdengar menakutkan, tapi perlu kehati-hatian dalam memahaminya. Semakin ke pesisir, energi gelombang akan terkonsentrasi sehingga ketinggiannya meningkat,” ujarnya.

 

Belum Ada Teknologi

Mona juga menjelaskan bahwa hingga kini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara pasti waktu terjadinya gempa megathrust. Namun, para ahli geologi dapat membaca pola periode pergerakan lempeng.

“Di beberapa negara seperti Jepang, gempa besar bisa terjadi dalam periode sekitar 50 tahun. Sementara di Indonesia, ada lempeng yang sudah hampir 300 tahun tidak bergerak. Jika dalam 100 tahun saja bisa memicu tsunami besar, maka potensi risikonya sangat besar,” jelasnya.

Selain teknologi, edukasi kepada masyarakat juga tak kalah penting. Masyarakat harus mengetahui apakah wilayahnya masuk zona merah dan memahami jalur evakuasi. Serta mengetahui apa yang harus masyarakat lakukan saat peringatan bencana muncul.

“Masyarakat perlu tahu ke mana harus mengungsi, apa yang perlu dibawa, apakah evakuasi menggunakan kendaraan atau berjalan kaki. Semua itu harus disosialisasikan sejak dini,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Universitas Lampung, Ahmad Herison, menegaskan bahwa keberadaan early warning system sangat perlu. Terutama bagi masyarakat di kawasan barat Provinsi Lampung yang berada di sepanjang pesisir.

“Kami mengusulkan kebutuhan sekitar 20 unit alat yang ditempatkan di sepanjang pesisir Lampung. Dari usulan tersebut, kami mendorong agar pengadaannya tidak membebani APBD dan dapat melibatkan partisipasi masyarakat maupun pihak lain,” kata Ahmad.

Tags: BMKGearly warning systemLAMPUNGmasyarakatMegathrustpesisirTSUNAMIUnila
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi terbaru untuk pasar domestik.

Xiaomi Luncurkan Kendaraan Listrik, Jarak Tempuh Tembus 900 Km

byNur
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampopst.co)-- Produsen teknologi asal China, Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi...

Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

byRicky Marlyand1 others
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi III DPRD Provinsi Lampung meminta Pemprov Lampung menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026...

Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

byWandi Barboyand1 others
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Kesehatan Bandar Lampung menggelar penyelidikan epidemiologi sebagai langkah utama dalam pengendalian demam berdarah dengue (DBD) sepanjang...

Berita Terbaru

Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi terbaru untuk pasar domestik.
Bandar Lampung

Xiaomi Luncurkan Kendaraan Listrik, Jarak Tempuh Tembus 900 Km

byNur
07/01/2026

Bandar Lampung (Lampopst.co)-- Produsen teknologi asal China, Xiaomi, kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik dengan menghadirkan Xiaomi SU7 versi...

Read moreDetails
Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

Target PAD 2026 Diminta Realistis, DPRD Soroti Validitas Data Kendaraan

07/01/2026
Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

Dinkes Bandar Lampung Gelar Penyelidikan Epidemiologi di Tiap Temuan Kasus DBD

07/01/2026
PSN Jadi Kunci Sukses Bandar Lampung Tekan Angka DBD di 2025

PSN Jadi Kunci Sukses Bandar Lampung Tekan Angka DBD di 2025

07/01/2026
Waspadai Barang Bekas Bisa Jadi Sarang Nyamuk di Musim Hujan

Waspadai Barang Bekas Bisa Jadi Sarang Nyamuk di Musim Hujan

07/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.