Bandar Lampung (Lampost.co): Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyatakan bahwa temu bisnis udang dapat memperluas penyerapan produk perikanan, khususnya udang asal Lampung, ke pasar domestik.
“Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar dan harus terus kita optimalkan,” ujar Jihan Nurlela di Bandar Lampung, beberapa hari lalu.
Jihan menyampaikan bahwa ekosistem industri udang di Lampung memang sudah terbentuk. Namun, dinamika dan ketidakpastian pasar global menuntut lahirnya terobosan. Kemudian, inisiatif baru dalam pemasaran produk udang Lampung.
“Berbagai permasalahan yang muncul menuntut terobosan dan inisiatif baru. Kita harus bergerak cepat dalam memitigasi risiko agar masyarakat tetap menyerap produksi udang Lampung,” kata Jihan.
Jihan menegaskan temu bisnis produk udang menjadi salah satu langkah konkret untuk mengakomodasi pasar udang dalam negeri.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong terbangunnya kemitraan yang kuat dan berkelanjutan. Semisal antara pelaku usaha budidaya, pemasok udang, dan penyedia layanan makanan.
Jihan berharap kegiatan ini dapat memperluas penyerapan produk udang Lampung. Hal itu sebagai alternatif menu bernilai gizi tinggi di sektor perhotelan dan jasa boga. Ia juga berharap kegiatan ini memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Lampung.
“Pada kesempatan ini, kami mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun para pemangku kepentingan lainnya, untuk bersinergi membangkitkan kembali konsumsi udang sebagai produk perikanan unggulan Provinsi Lampung,” ujar Jihan.
Industri Udang
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Liza Derni menyampaikan tanggapan tambahan terkait kondisi industri udang Lampung.
“Industri perikanan Lampung, khususnya komoditas udang, selama ini menjadi sektor unggulan dan penopang ekspor nasional. Namun belakangan ini, pasar ekspor menghadapi hambatan akibat kebijakan tarif Amerika Serikat dan isu kontaminasi Cesium-137, sehingga volume ekspor dan daya saing udang di pasar internasional menurun,” kata Liza Derni.
Liza menjelaskan bahwa untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung bekerja sama dengan perangkat daerah terkait dan Shrimp Club Indonesia menginisiasi kegiatan Temu Bisnis Pemasaran Udang Dalam Negeri.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pasar domestik dengan mempertemukan pelaku industri udang agar tercipta sinergi, peluang usaha baru, dan peningkatan serapan pasar lokal.








