Bandar Lampung (Lampost.co) – Perburuan delapan tahanan yang melarikan diri dari sel Polres Way Kanan mulai menemukan titik terang. Dalam dua hari terakhir, polisi kembali membekuk dua buronan. Penangkapan itu dilakukan saat warga tengah terlelap dan sebagian bersiap santap sahur.
Dengan penangkapan terbaru tersebut. Total tiga tahanan yang sempat meloloskan diri usai merusak plafon ruang tahanan, Minggu, 22 Februari 2026 kini sudah kembali diamankan.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan kabar tersebut. Ia memastikan tim gabungan terus bergerak memburu para pelarian.
“Iya benar, sudah tertangpirnkap dua lagi. Jadi total sekarang sudah tiga tahanan yang kembali kami amankan,” kata Kombes Yuni, Selasa, 24 Februari 2026.
Sementara dua tahanan yang baru ditangkap masing-masing berinisial SR dan S. S (Sairul) terciduk pada sebuah rumah kontrakan dekat SD 2 Kecamatan Bukit Kemuning, Selasa, 24 Februari 2026 sekitar pukul 03.30 WIB, tepat ketika warga bersiap makan sahur. Polisi menyergap tanpa memberi celah untuk melarikan diri.
Melarikan diri
Sementara RS (Ragil Surmanto) lebih dulu terciduk pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Ia bersembunyi pada sebuah gubuk area kebun wilayah Kabupaten Way Kanan. Petugas yang telah mengantongi informasi langsung bergerak dan mengamankannya tanpa perlawanan berarti.
Sehari setelah melarikan diri, aparat gabungan dari Polda Lampung dan Polres Way Kanan lebih dulu menangkap seorang pria berinisial SR. Ia bekerja sebagai penjaga kantin.
SR dugaannya menyelundupkan gergaji besi ke dalam ruang tahanan. Alat itulah yang kemudian terpakai untuk merusak plafon sel, menjadi jalan keluar bagi para tahanan.
Satu tahanan lain, HE, juga sudah lebih dulu teriamankan. Ia tertangkap setelah warga Negeri Baru, Kecamatan Umpu Semenguk, melaporkan keberadaan pria mencurigakan. Petugas menemukan HE kawasan Kilometer 14 setelah ia meminta bantuan warga karena kehausan.
Kini, lima tahanan lainnya masih dalam pengejaran. Polisi mengintensifkan patroli dan memperketat pengamanan rumah tahanan. Ini untuk mencegah insiden serupa terulang. Perburuan belum usai. Aparat memastikan akan terus memburu para buronan hingga seluruhnya kembali ke balik jeruji








