Bandar Lampung (Lampost.co): Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) tetap memegang peran vital di berbagai pelabuhan di Indonesia. Pemerintah menilai keberadaan TKBM tidak bisa tergantikan dan terhapus begitu saja.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI Afriansyah Noor menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang di Ballroom Hotel Santika, Kamis, 12 Februari 2026. Ia mengungkapkan sejumlah pihak sebelumnya pernah mendorong penghapusan TKBM, namun Kemenaker menolak gagasan tersebut.
Afriansyah menegaskan aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap membutuhkan tenaga manusia. Ia menilai mesin atau robot tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran pekerja. Karena itu, ia mendorong peningkatan profesionalisme dan kompetensi anggota TKBM sebagai ujung tombak operasional pelabuhan, termasuk di Pelabuhan Panjang.
“Manusia tidak bisa terganti dengan mesin/robot, apalagi Koperasi TKBM Panjang adalah role model TKBM lain pelabuhan di Indonesia,” ujarnya.
Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi RI Hendra Saragih menyebut Indonesia memiliki sekitar 131 ribu koperasi, termasuk 122 koperasi primer yang bergerak di sektor pelabuhan dengan total anggota sekitar 80 ribu orang. Ia meminta pemerintah daerah mendukung koperasi TKBM yang sudah berjalan dan membangun sinergi dengan organisasi perangkat daerah terkait. Ia juga menegaskan kegiatan bongkar muat harus tetap berjalan oleh koperasi yang sah sesuai Peraturan Menteri Koperasi Nomor 6 Tahun 2003.
Anggota DPRD Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan kualitas layanan dan mengevaluasi seluruh program agar lebih efektif dan tepat sasaran. Ia menekankan kesejahteraan buruh dan keluarga mereka harus menjadi prioritas utama.
“Kesejahteraan buruh dan keluarganya harus menjadi prioritas utama. Program yang sudah berjalan baik harus terus bertahan,” kata Wahrul.
Ia juga menyoroti polemik BPJS anggota TKBM yang muncul pada periode kepengurusan sebelumnya. Ia berjanji mengawal persoalan tersebut hingga tuntas, termasuk membawa kasus itu ke ranah penegak hukum.
Kualitas dan Kesejahteraan
Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang Agus Sujatma Surnada menyebut jumlah anggota saat ini mencapai 1.071 orang. Ia berkomitmen meningkatkan kualitas kerja sekaligus memperjuangkan kesejahteraan anggota. Agus memaparkan sejumlah program yang telah berjalan, antara lain pembangunan 1.000 unit rumah melalui skema KPR dan pembayaran tunai bertahap, dengan 774 unit telah terbangun. Koperasi juga menyediakan kuota kuliah gratis bagi 50 anak anggota di Universitas Malahayati serta merencanakan pendirian klinik kesehatan pratama yang melibatkan tenaga dokter untuk melayani anggota dan keluarganya.








