Wednesday, May 13, 2026
Bank Indonesia Lampung
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Kerja Sama
  • Keuangan
  • Opini
  • Berita Utama
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Kerja Sama
  • Keuangan
  • Opini
Bank Indonesia Lampung
No Result
View All Result
Bank Indonesia Lampung
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Menutup Tahun 2025, Inflasi Lampung Tetap Terjaga di 0,59% (MTM)

January 6, 2026
in Berita Utama, Ekonomi dan Bisnis, Headline
ilustrasi inflasi

ilustrasi inflasi

Bandar Lampung (Lampost.co)—Indeks harga konsumen (IHK) di Provinsi Lampung pada bulan Desember 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,59% (mtm), lebih tinggi dibandingkan periode November 2025 yang mengalami inflasi sebesar 0,36% (mtm). Realisasi tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 0,64% (mtm) dan rata-rata tingkat perkembangan IHK di Provinsi Lampung pada bulan Desember dalam 3 (tiga) tahun terakhir yang tercatat inflasi sebesar 0,37% (mtm). Sementara itu, secara tahunan, IHK di Provinsi Lampung pada bulan Desember 2025 mengalami inflasi sebesar 1,25%(yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 1,14% (yoy) dan inflasi nasional yang sebesar 2,92% (yoy).

Dilihat dari sumbernya, inflasi pada Desember 2025 utamanya disebabkan kenaikan harga komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya; serta kelompok transportasi utamanya cabai rawit, bawang putih, bawang merah, emas perhiasan dan bensin dengan andil masing-masing sebesar 0,17%; 0,11%; 0,10%; 0,05% dan 0,03% (mtm). Kenaikan harga cabai rawit didorong tekanan pasokan pasca-berakhirnya masa panen, disertai penurunan kualitas produksi akibat tingginya curah hujan pada Desember 2025. Selanjutnya, peningkatan harga bawang merah dipengaruhi turunnya pasokan dari sentra produksi di Jawa Barat dan Sumatra Barat, seiring meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta kejadian gagal panen akibat bencana banjir. Di sisi nonpangan, kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan berlanjutnya peningkatan harga emas dunia di tengah tingginya ketidakpastian global akibat faktor geopolitik. Sementara itu, kenaikan harga bensin dipengaruhi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi oleh Pertamina yang mengikuti perkembangan harga energi internasional sepanjang 2025.

Di sisi lain, inflasi yang lebih tinggi pada bulan Desember 2025 tertahan oleh penurunan harga tomat; salak; sabun mandi; terung; serta tarif angkutan sungai, danau dan penyeberangan dengan andil masing-masing sebesar -0,04%; -0,02%; -0,02%; -0,01% dan -0,01% (mtm). Penurunan harga tomat, salak, dan terung dipengaruhi terjaganya pasokan pada periode panen di beberapa sentra produksi lokal. Sementara itu, penurunan tarif angkutan sungai, danau, dan penyeberangan didukung pemberian potongan harga(diskon) tarif penumpang dalam rangka periode hari besar keagamaan nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca juga: TPID Kota Metro Berkomitmen Menjaga Stabilitas Harga Jelang HBKN Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan inflasi di Provinsi Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) pada akhir tahun 2026. Namun, beberapa risiko perlu diwaspadai dan dimitigasi, di antaranya dari inflasi inti (core inflation) berupa (i) peningkatan permintaan agregat sebagai dampak dari penyesuaian UMP yang direalisasikan secara bertahap pada sepanjang tahun dan meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H; serta (ii) berlanjutnya kenaikan harga emas dunia seiring masih tingginya ketidakpastian geopolitik dan sentimen kebijakan ekonomi Amerika Serikat. Selanjutnya dari sisi inflasi bahan makanan bergejolak (volatile food) adalah (i) peningkatan curah hujan dan risiko banjir lokal berpotensi menghambat realisasi panen padi serta distribusi pangan, sejalan dengan analisis BMKG dan beberapa Pusat Iklim Dunia yang memprediksi berlanjutnya LaNina lemah hingga awal tahun 2026; dan (ii) potensi peningkatan harga komoditas pangan strategis pada periode high season Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H; serta (iii) potensi gangguan pasokan dan distribusi komoditas pangan ke Provinsi Lampung sebagai dampak meningkatnya frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatra, yang berisiko menghambat kelancaran arus logistik antarwilayah. Adapun risiko dari inflasi harga yang diatur pemerintah (administered price) yang perlu dicermati adalah (i) kenaikan harga minyak dunia dipicu potensi gangguan pasokan global sejalan dengan berlanjutnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah; serta (ii) potensi penyesuaian tarif angkutan darat dan udara pada periode puncak libur akhir tahun.

Meninjau perkembangan inflasi bulan berjalan dan mempertimbangkan risiko inflasi ke depan, Bank Indonesia dan TPID Provinsi Lampung akan terus melanjutkan upaya menjaga stabilitas harga melalui strategi 4K.

1. Keterjangkauan Harga

    • Melakukan operasi pasar beras/SPHP secara terarah dan targeted.
    • Melakukan monitoring harga dan pasokan, khususnya pada komoditas yang berisiko mengalami kenaikan harga pada bulan Januari, utamanya komoditas hortikultura, daging sapi, serta daging dan telur ayam ras.

2.  Ketersediaan Pasokan

  • Perluasan implementasi toko pengendalian inflasi di seluruh wilayah IHK/non-IHK.
  • Penguatan kerja sama antardaerah (KAD) antarprovinsi maupun intraprovinsi untuk komoditas defisit dan berisiko defisit dengan sentra produksi.
  • Penguatan koordinasi antar-OPD terkait untuk mempercepat realisasi pelaksanaan program swasembada pangan di Provinsi Lampung, utamanya melalui optimalisasi lahan, penggunaan varietas unggul, bantuan alsintan, serta memastikan kelancaran pendistribusian pupuk bersubsidi secara tepat guna dan tepat sasaran.
  • Penguatan data pasokan dalam rangka memperkuat monitoring ketersediaan.

3.  Kelancaran Distribusi

  • Memastikan kecukupan kapasitas dan jumlah moda transportasi untuk menjaga kelancaran lalu lintas angkutan barang dan manusia.
  • Penguatan kapasitas transportasi dengan penambahan volume penerbangan Lampung–Jakarta dan reaktivasi rute penerbangan Lampung–Bali dan Lampung–Yogyakarta.
  • Melanjutkan upaya perbaikan jalan kabupaten/kota dan perdesaan yang dilalui angkutan barang bahan pangan.
  • Memastikan keberlanjutan dan penguatan implementasi Mobil TOP (transportasi operasi pasar) dalam menjaga kelancaran operasi pasar.
  • Bekerja sama dengan OPD dan Bulog dalam pemberian dukungan subsidi ongkos angkut (SOA).

4.  Komunikasi Efektif

  • Melakukan rapat koordinasi rutin TPID provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka menjaga awareness terkait dinamika harga dan pasokan.
  • Memperkuat sinergi komunikasi dalam rangka menjaga ekspektasi positif terhadap prospek perkembangan harga dan kecukupan pasokan.
  • Penguatan sistem informasi neraca pangan melalui integrasi data pangan terkini dan berkualitas untuk mendukung pengambilan kebijakan pengendalian harga yang tepat.
  • Pemanfaatan media digital untuk penyampaian informasi terkini inflasi di Provinsi Lampung.

 

 

Tags: Administered PriceBank IndonesiaBI Provinsi LampungCore InflationDistribusi PanganEkonomi DaerahEkonomi LampungHarga BBMHarga EmasHarga PanganIdulfitri 1447 HIHK LampungInflasi Desember 2025Inflasi LampungKetahanan PanganLa NinaNataruOperasi PasarPasokan PanganPengendalian InflasiRamadan 2026Stabilitas HargaStrategi 4KTPID LampungVolatile Food
Previous Post

TPID Kota Metro Berkomitmen Menjaga Stabilitas Harga Jelang HBKN Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Next Post

Kebijakan Makroprudensial dan Pertumbuhan Ekonomi

Next Post
Fiskara Indawan Ekonom Senior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung

Kebijakan Makroprudensial dan Pertumbuhan Ekonomi

Opini

Achmad P Subarkah - Opini BI
Opini

Memerangi Pemborosan Pangan: Tanggung Jawab Kolektif Untuk Ketahanan Pangan Nasional

by adminmicroweb
February 27, 2026

Di tengah upaya Indonesia mewujudkan ketahanan pangan, sebuah ironi besar terjadi: 29 kilogram makanan layak konsumsi per kapita terbuang sia-sia...

Read moreDetails
Fiskara Indawan Ekonom Senior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung

Kebijakan Makroprudensial dan Pertumbuhan Ekonomi

January 30, 2026
Stabil di Tengah Ketidakpastian: Sinyal Kekuatan Ekonomi dari Bumi Ruwa Jurai

Stabil di Tengah Ketidakpastian: Sinyal Kekuatan Ekonomi dari Bumi Ruwa Jurai

November 10, 2025
Pembayaran sah

Rupiah Bukan Permen, Alat Pembayaran yang Sah Itu Rupiah

February 17, 2025
Mengoptimalkan Potensi Ekspor Kopi Lampung Menembus Pasar Premium

Mengoptimalkan Potensi Ekspor Kopi Lampung Menembus Pasar Premium

February 17, 2025
Facebook Twitter
Bank Indonesia Lampung

Microsite ini adalah laman berita kerja sama Harian Umum Lampung Post dengan Bank Indonesia Lampung. Lampost.co adalah situs berita yang diterbitkan oleh PT. Suara Nada Alam Indah. NIB : 9120102863787 yang berkedudukan di Lampung, tepatnya Gedung Lampung Post Jalan Soekarno-Hatta No. 108 Rajabasa, Bandar Lampung.

Iklan dan Sirkulasi

Dat Suranta Ginting : 0822 6991 0113

Alamat

Jalan Soekarno Hatta No.108
Hajimena, Natar – Lampung Selatan – Lampung

Phone : (0721) 783-693
Fax : (0721) 783-578
Email : redaksi@lampungpost.co.id

Bank Indonesia Lampung

Bank Indonesia Lampung

Copyright © 2025. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Kerja Sama
  • Keuangan
  • Opini

Copyright © 2025. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.