Bandar Lampung (Lampost.co)– Menyambut Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp4,5 triliun. Jumlah ini meningkat 28,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebagai langkah antisipasi meningkatnya kebutuhan uang tunai masyarakat.
Kesiapan tersebut ditandai dengan Kick Off Program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang mengusung tema “Menjaga Rupiah di Bulan Penuh Berkah” pada Senin, 23 Februari 2026. Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional Bank Indonesia dalam memastikan kelancaran transaksi ekonomi selama Ramadan dan Lebaran.
Baca juga: Jelang Ramadan-Idulfitri 2026, TPID Lampung Siaga Penuh Kendalikan Harga Pangan
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan penyediaan Rp4,5 triliun uang kartal dilakukan untuk menjamin kecukupan uang layak edar di seluruh wilayah Lampung.
“Melalui sinergi bersama 40 perbankan di Provinsi Lampung, kami memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat terpenuhi dengan baik selama Ramadan dan Idulfitri,” ujar Bimo.
Perluas Layanan Penukaran Uang

Untuk mempermudah masyarakat, BI Lampung memperluas jangkauan layanan kas keliling, tidak hanya di dalam Kota Bandar Lampung, tetapi juga ke berbagai pusat aktivitas keagamaan dan wilayah di luar kota.
Masyarakat yang ingin melakukan penukaran uang dapat melakukan pemesanan secara daring melalui laman resmi https://pintar.bi.go.id. Melalui sistem tersebut, warga dapat memilih jadwal dan lokasi layanan kas keliling yang tersedia.
Adapun paket penukaran uang ditetapkan maksimal Rp5.300.000 per orang, dengan pecahan mulai dari Rp1.000 hingga Rp50.000. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan pemerataan layanan serta menghindari antrean panjang seperti tahun-tahun sebelumnya.
Dorong Transaksi Digital Lewat QRIS
Selain memastikan ketersediaan uang fisik, BI Lampung juga mengintensifkan edukasi transaksi non-tunai melalui penggunaan QRIS. Sistem pembayaran digital ini dinilai lebih praktis dan aman, terutama untuk meminimalkan risiko peredaran uang palsu.
QRIS mengusung prinsip CEMUMUAH, yakni Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Andal. Dengan transaksi digital, masyarakat tidak hanya memperoleh kemudahan, tetapi juga ikut mendukung transformasi sistem pembayaran nasional.
“Melalui SERAMBI 2026, kami ingin masyarakat tidak hanya nyaman bertransaksi saat Idulfitri, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjaga dan merawat Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa,” kata Bimo.
Jaga Stabilitas Ekonomi Daerah
Momentum Ramadan dan Idulfitri identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, mulai dari belanja kebutuhan pokok hingga tradisi berbagi uang baru. Karena itu, kesiapan distribusi uang layak edar menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran di daerah.
Dengan dukungan perbankan dan perluasan layanan kas, BI Lampung optimistis kebutuhan masyarakat akan terpenuhi secara merata. Di sisi lain, percepatan digitalisasi pembayaran diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi yang lebih modern dan inklusif di Provinsi Lampung.
Program SERAMBI 2026 pun diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kelancaran transaksi, memperkuat literasi keuangan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Rupiah di bulan penuh berkah.





