Bandar Lampung (Lampost.co)–Pemerintah Provinsi Lampung menyediakan Sistem Pasar Lelang Terpadu (SPLT) untuk mendukung komoditi unggulan maju pesat, terutama dari sektor pertanian. Program tersebut merupakan media interaksi sektor agro di Provinsi Lampung.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi mengatakan sektor pertanian sangat besar bahkan beberapa komoditi unggulan produksinya berada pada level nasional.
Sejumlah komoditi tersebut di antaranya ubi kayu peringkat 1 nasional dan peringkat 1 Sumatera, komoditi jagung peringkat 3 nasional dan peringkat 1 Sumatera, komoditi padi peringkat 6 Nasional dan peringkat 2 Sumatera dan komoditi kedelai peringkat 8 nasional dan peringkat 2 Sumatera.
“Dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis web untuk mendukung visi Provinsi Lampung, diharapkan dapat membantu para petani/produsen di Lampung untuk memperoleh alternatif media pemasaran yang lebih baik dan lebih efisien,” kata dia dalam Kegiatan Bimtek Sistem Pasar Lelang Terpadu (SPLT) Provinsi Lampung Tahun 2022, Selasa, 23 Agustus 2022.
Mulai dari sisi produsen, kemampuan Lampung dalam menghasilkan komoditi memiliki peranan yang sangat strategis untuk mendukung perekonomian Nasional.
“Di sisi lain permintaan akan komoditi pertanian terus meningkat sejalan dengan peningkatan pendapatan masyarakat,” ujar dia.
Selain itu, pasar dan pusat konsumsi dalam negeri, supermarket, hotel, restoran memerlukan kepastian pasokan dalam jumlah, kualitas, waktu pengiriman dan harga yang tepat, terutama Komoditi unggulan Provinsi Lampung seperti kopi cokelat, CPO, karet dan aneka has kerajinan lampung.
“Globalisasi ekonomi dan dorongan perdagangan bebas menyebabkan terjadinya persaingan yang sangat ketat dalam sektor perdagangan,” kata dia.
Ketidakmampuan produsen dan kepiawaian pelaku pemasaran dalam mengakses informasi pada proses produksi dan pemasaran komoditi agrobisnis merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam proses pembentukan harga komoditi.
“Lampung merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki kontribusi dan sangat berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Potensi produk unggulan Lampung mempunyai daya saing dan kontribusi terhadap ketersediaan baik di Sumatera maupun Nasional,” kata dia.
Program Sistem Pasar Lelang Terpadu (SPLT) ini diharapkan akan mengintegrasikan pola kerjasama yang baik antara petani, pedagang dan konsumen, sehingga nantinya mendapat suatu kepastian/tentang gambaran jumlah produk/Komoditas yang akan kita transaksikan pada Pasar Lelang ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung Elvira Ummihani mengatakan beberapa komoditas diikutsertakan dalam kegiatan lelang seperti arang batok, beras, cabai merah, tepung pisang hingga kopi khas petani Lampung.
“Dalam kegiatan ini kami menghadirkan secara langsung penjual dan pembeli. Ini jadi sarana memfasilitasi bertemunya penjual dan pembeli untuk melaksanakan transaksi perdagangan dengan standar harga yang layak,” kata dia.
Dia berharap program yang dijalankan tersebut dapat mengefisienkan rantai pemasaran, memperkuat posisi produsen. “Sementara dari sisi petani atau pabrik untuk memperoleh harga yang layak, dan transparansi dalam proses pembentukan harga,” kata dia.