Surakarta (Lampost.co) — Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita Lampung, Dr. Burmansah, M.Pd., menjadi salah satu pembicara utama dalam Seminar Nasional 2025 yang digelar Fakultas Ilmu Tarbiyah (FIT) UIN Raden Mas Said Surakarta, Rabu (22/10/2025).
Acara bertajuk “Penelitian Kualitatif: Konsep dan Analisis Data dengan NVivo” ini mempertemukan para akademisi lintas perguruan tinggi untuk memperdalam metodologi riset kualitatif di era digital.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara FIT UIN Surakarta, STIAB Jinarakkhita Lampung, dan Ikatan Keluarga Alumni S3 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (IKA S3 MP UNJ). Sinergi ini memperkuat jejaring riset dan memperluas kerja sama akademik antar kampus berbasis pendidikan dan spiritualitas.
Riset sebagai Proses Kesadaran Ilmiah
Dalam pemaparannya, Dr. Burmansah menegaskan bahwa penelitian kualitatif bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga perjalanan membangun kesadaran ilmiah dan empatik terhadap realitas sosial.
“Riset bukan sekadar mengolah data, tetapi menemukan makna di balik pengalaman. NVivo hanyalah alat bantu—peneliti yang sadar adalah inti dari setiap temuan,” ujarnya.
Sebagai pakar metodologi riset dan analisis data berbasis NVivo, ia menjelaskan bahwa pendekatan kualitatif berperan penting dalam menggali nilai-nilai pedagogis, spiritual, dan sosial dalam pendidikan.
“Pendekatan ini memberi ruang untuk memahami makna di balik praktik pendidikan dan keagamaan, bukan sekadar mengukur hasilnya,” tegasnya.
Teknologi dan Spiritualitas dalam Riset
Dalam sesi bersama Dr. Siti Nabilah, M.Pd. dari UNUSIA Jakarta, keduanya mendemonstrasikan langsung penggunaan NVivo 15 untuk menganalisis data wawancara dan observasi secara sistematis.
Dr. Burmansah juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan mindfulness dan kesadaran diri dalam proses penelitian agar peneliti tetap peka terhadap nilai-nilai moral dan kemanusiaan di balik data.
“Peneliti yang berkesadaran akan lebih arif membaca konteks sosial dan spiritual di setiap fenomena yang diteliti,” tambahnya.
Bangun Jejaring Akademik Lintas Disiplin
Seminar yang diikuti lebih dari 200 mahasiswa FIT UIN Surakarta secara luring dan daring itu berlangsung dinamis. Diskusi berkembang dari aspek teknis pengolahan data hingga pada etika riset dan refleksi metodologis dalam penelitian kualitatif.
Kehadiran Dr. Burmansah memperkuat peran STIAB Jinarakkhita Lampung sebagai kampus yang aktif membangun jejaring riset lintas perguruan tinggi dan lintas tradisi keilmuan. Kampus ini berkomitmen melahirkan peneliti yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan sosial dalam setiap langkah penelitian.
Dengan memadukan metodologi, teknologi, dan nilai kemanusiaan, kegiatan ini menegaskan bahwa penelitian sejati selalu dimulai dari kesadaran dan berakhir dengan pemahaman yang membawa manfaat bagi kehidupan.






