Bandar Lampung (Lampost.co)—Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita Lampung menyelenggarakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Tingkat Dasar dan Menengah. Kegiatan itu sebagai upaya memperkuat karakter dan kapasitas kepemimpinan mahasiswa Buddhis di tengah tantangan sosial dan organisasi yang makin kompleks.
Kegiatan yang mengusung tema Kepemimpinan Mahasiswa Buddhis yang Sadar Penuh untuk Organisasi yang Berdampak itu berlangsung selama empat hari, mulai 12—15 Januari 2026, bertempat di Gedung STIAB Jinarakkhita Lampung. LKMM diikuti 130 mahasiswa dari tiga program studi, yakni Pendidikan Keagamaan Buddha, Ilmu Komunikasi Buddha, serta Bisnis dan Manajemen Buddha.
Penyelenggaraan LKMM dilatarbelakangi kebutuhan akan penguatan kepemimpinan mahasiswa tidak hanya menekankan aspek intelektual, tetapi juga kesadaran etis, integritas moral, dan kepekaan sosial. Di tengah arus digitalisasi serta dinamika organisasi kemahasiswaan, mahasiswa dituntut mampu mengambil keputusan secara reflektif dan bertanggung jawab.
Baca juga: Hadirkan 2 Ahli SMB, STIAB Jinarakkhita Lampung Perkuat Keterampilan Pengajaran dan Pembelajaran SMB Mahasiswa KKN
Ketua STIAB Jinarakkhita Lampung, Dr. Burmansah, M.Pd., menyampaikan LKMM merupakan bagian dari strategi pembinaan mahasiswa agar siap menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai Buddhis. Menurutnya, kepemimpinan mahasiswa perlu diarahkan pada kesadaran penuh (mindfulness), etika, serta orientasi pada kebermanfaatan bersama.
“Mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara akademik. Mereka harus memiliki kematangan moral dan spiritual agar mampu memimpin organisasi secara bertanggung jawab dan berdampak positif,” ujar Burmansah dalam sambutannya saat membuka kegiatan.
LKMM tahun ini dibagi dua tingkat, yakni LKMM Tingkat Dasar dengan 41 peserta dan LKMM Tingkat Menengah dengan 98 peserta. Pembagian tersebut menyesuaikan dengan tahapan pengembangan kepemimpinan mahasiswa. Kegiatan secara resmi dibuka melalui seremoni penyematan name tag kepada perwakilan peserta sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, LKMM dirancang menggunakan pendekatan pembelajaran partisipatif. Sejumlah metode diterapkan, antara lain diskusi kelompok, simulasi kepemimpinan, role play, studi kasus, serta kegiatan outbound. Pendekatan ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami konsep kepemimpinan secara teoretis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam praktik organisasi.
Baca juga: Dua Kelompok Mahasiswa KKN STIAB Jinarakkhita Lampung 2025 Diterjunkan ke Daerah 3T Pedalaman Provinsi Riau
Ketua Panitia LKMM, Dr. Hendri Ardianto, S.Pd.B., M.Pd, mengharapkan kegiatan ini mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi, kemampuan manajerial, serta pola pikir kritis dan reflektif. Ia berharap para peserta dapat menerapkan nilai-nilai kepemimpinan yang mereka peroleh dalam aktivitas organisasi kemahasiswaan.
“LKMM ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi,” katanya.
Nilai-nilai kepemimpinan Buddhis, seperti kesadaran penuh, etika dalam pengambilan keputusan, serta semangat kolaborasi, menjadi fondasi utama dalam seluruh rangkaian kegiatan. Peserta juga diajak memahami peran pemimpin sebagai servant leader, yakni pemimpin yang melayani, memberdayakan, dan membawa manfaat bagi banyak pihak.
Melalui LKMM Tingkat Dasar dan Menengah ini, STIAB Jinarakkhita Lampung berharap dapat mencetak mahasiswa yang mampu menjadi agen perubahan, memperkuat organisasi kemahasiswaan, serta berkontribusi positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat secara lebih luas.






