Bandar Lampung (Lampost.co)—Pembekalan kuliah kerja nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita resmi memasuki tahap penutupan setelah seluruh rangkaian materi intensif selesai dilaksanakan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari dua program studi—Pendidikan Keagamaan Buddha dan Ilmu Komunikasi Buddha—yang dipersiapkan menjadi agen pemberdayaan digital dan hijau berlandaskan nilai sadar penuh (mindfulness) untuk membangun komunitas mandiri, cerdas, dan berkelanjutan.
Pelatihan Perancangan Pembelajaran Sekolah Minggu Buddha
Sesi pertama pembekalan diisi oleh Dr. Hendri Ardianto, S.Pd.B., M.Pd., yang memberikan materi mengenai Pelatihan Merancang Kegiatan, Materi, dan Media Pembelajaran Sekolah Minggu Buddha (SMB).
Melalui pelatihan ini, mahasiswa dilatih untuk merancang pembelajaran kreatif bagi anak-anak, memperkuat keterampilan komunikasi, serta mengembangkan kepemimpinan berbasis nilai Buddhis. Keterampilan tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter masyarakat yang cerdas, etis, dan berkesadaran melalui kegiatan KKN mendatang.
Baca juga: STIAB Jinarakkhita Buka Pembekalan KKN 2025/2026, Tekankan Pemberdayaan Digital dan Hijau
Praktikum Pembacaan Paritta dan Internaliasi Nilai Meditatif
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Juni Suryanadi, M.Pd., yang mengajarkan teknik pelafalan dan pemaknaan meditatif pada sesi Praktikum Pembacaan Paritta/Sutra.
Mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik vokal yang tepat, tetapi juga memahami makna spiritual serta menginternalisasi nilai-nilai luhur Buddhis. Pelafalan yang meditatif ini diharapkan mampu memperkuat kualitas batin mahasiswa sehingga mereka dapat menerapkan prinsip kesadaran penuh dalam program pemberdayaan digital maupun lingkungan.
Pelatihan Penyusunan Ceramah Dhamma untuk Penguatan Literasi Masyarakat
Setelah waktu istirahat, pembekalan dilanjutkan oleh Dr. Widiyanto, S.Ag., M.Pd.B., melalui materi Praktikum Penyusunan & Penyampaian Ceramah Dhamma (Dhammadesana).
Pelatihan ini melatih mahasiswa untuk menyampaikan pesan dhamma secara logis, runut, dan komunikatif. Keterampilan berbicara di depan umum tersebut sangat dibutuhkan untuk kegiatan edukasi digital, kampanye sadar lingkungan, hingga penguatan literasi masyarakat di lokasi KKN.
Baca juga: STIAB Jinarakkhita Lampung Gelar Seminar KKN: Dorong Pemberdayaan Masyarakat Digital dan Hijau Berbasis Nilai Sadar-Penuh
Pelatihan Administrasi Wihara dan Penyusunan Dokumen Kegiatan
Materi penutup dibawakan Dr. Sidartha Adi Gautama, S.Ag., M.Pd., M.I.Kom., yang mengajar topik Pelayanan Administrasi Wihara: KTUB, Proposal Bantuan & Laporan Kegiatan.
Dalam sesi ini, mahasiswa dibekali kemampuan menyusun dokumen administrasi, laporan kegiatan, dan proposal secara sistematis. Kompetensi ini diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program pemberdayaan digital-hijau, termasuk perencanaan kegiatan berbasis teknologi dan pelestarian lingkungan di wihara maupun komunitas masyarakat.
Penutupan Pembekalan: Tegaskan Etika dan Mindfulness dalam Pengabdian
Kegiatan pembekalan secara resmi ditutup oleh Dr. Juni Suryanadhi, M.Pd., Wakil Ketua IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas, yang hadir mewakili Ketua STIAB Jinarakkhita Lampung, Dr. Burmansah, M.Pd.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa seluruh mahasiswa KKN diharapkan mampu menerapkan keterampilan yang telah diperoleh untuk mewujudkan pemberdayaan digital dan hijau dengan penuh kesadaran (mindfulness).
Beliau juga menekankan pentingnya menjaga etika sebagai mahasiswa Buddhis, mengedepankan profesionalisme, integritas, serta semangat belajar selama menjalankan tugas pengabdian. Dengan bekal kompetensi keagamaan, komunikasi, administrasi, serta nilai-nilai kesadaran penuh, mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, cerdas, dan berkelanjutan.






