Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kembali menghadirkan inovasi berdampak melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Tim dosen UTI berhasil mengembangkan tongkat pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang dilengkapi GPS dan sensor warna kuning, guna membantu penyandang tunanetra bergerak lebih mandiri di ruang publik.
Ketua tim, Felly Misdalena, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk menciptakan kota yang lebih inklusif dan ramah bagi semua, termasuk disabilitas.
“Visi kami adalah menghadirkan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga terjangkau dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa menciptakan kota yang benar-benar inklusif,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari Hibah DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2025. Tidak hanya menyediakan tongkat pintar, tim juga mendigitalisasi data organisasi Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTAPI) serta melengkapi jalur pedestrian dengan cat kuning. Solusi ini dinilai lebih murah, efektif, dan efisien dibandingkan guiding block tradisional, sehingga berpotensi diperluas ke berbagai daerah.
Gerak Leluasa
Dengan teknologi ini, tunanetra dapat bergerak lebih leluasa, sementara keluarga mereka mendapat ketenangan berkat sistem pelacakan real-time. Inovasi tersebut menjadi bukti nyata bagaimana teknologi mampu meningkatkan kualitas hidup kelompok difabel.
PERTAPI, sebagai organisasi yang berfokus pada pemberdayaan penyandang tunanetra, menyambut baik kolaborasi ini. Mereka menilai, dukungan UTI semakin memperkuat misi organisasi dalam pelatihan, advokasi, dan pengembangan teknologi untuk menciptakan masyarakat yang inklusif, aman, dan berkeadilan.
Apresiasi Tinggi
Wakil Rektor UTI, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap karya tim dosen tersebut.
“Inovasi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota Pertapi. Ke depan, saya yakin akan semakin bermanfaat sebagai bukti nyata bahwa Teknokrat adalah kampus yang berdampak,” tegasnya.
Dengan hadirnya tongkat pintar IoT dan jalur pedestrian ramah tunanetra, UTI menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga konsisten melahirkan inovasi sosial yang membawa perubahan positif bagi masyarakat.










