Bandar Lampung (Lampost.co)—Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) yang tergabung dalam Tim Mobil Listrik Universitas Teknokrat Indonesia menggelar kegiatan berbagi pengetahuan dan wawasan tentang pembuatan mobil listrik kepada siswa dan guru SMK Esa Kencana, Kabupaten Tulangbawang.
Kegiatan edukatif ini diikuti seluruh siswa Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) serta 15 guru. Materi disampaikan langsung mahasiswa yang terlibat aktif dalam pengembangan mobil listrik di lingkungan Universitas Teknokrat Indonesia.
Rionaldo Mustiko dari Divisi Gokart Listrik memaparkan konsep dasar kendaraan listrik, mulai dari sistem penggerak hingga penerapan teknologi ramah lingkungan. Ia menjelaskan gokart listrik menjadi tahap awal pembelajaran untuk memahami teknologi kendaraan listrik secara praktis.
Baca juga: Universitas Teknokrat Masuk Daftar 10 PTS Terbaik di Indonesia Versi AppliedHE ASEAN 2026
Selanjutnya, Abdul Aziz dari Tim Mobil KMLI (Kontes Mobil Listrik Indonesia) menyampaikan materi tentang sistem kelistrikan mobil listrik, yang mencakup baterai, motor listrik, sistem kontrol, serta aspek keselamatan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara keilmuan teknik elektro dan otomotif dalam mengembangkan kendaraan listrik yang aman dan efisien.
Sementara itu, Noufal Luthfan Hadi dari Tim Mobil Inovasi menjelaskan pengembangan mobil listrik berbasis panel surya. Mobil ini memanfaatkan energi matahari sebagai sumber daya utama maupun pendukung. Ia memaparkan prinsip kerja panel surya, sistem pengisian baterai, serta keunggulan kendaraan tenaga surya dalam mendukung transisi menuju energi terbarukan.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Mahathir Muhammad, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari peran perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan vokasi dan pengembangan teknologi masa depan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat, khususnya siswa SMK. Kami ingin menumbuhkan minat, kreativitas, dan kesiapan generasi muda menghadapi era kendaraan listrik dan energi terbarukan,” ujar Mahathir.
Baca juga: Universitas Teknokrat Indonesia Perkuat Daya Saing Mahasiswa lewat Sertifikasi VSGA dan Digital Entrepreneurship Academy
Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan dapat terus diperkuat agar lulusan SMK makin siap menghadapi perkembangan industri otomotif berbasis teknologi hijau.
Pihak SMK Esa Kencana menyambut positif kegiatan ini dan berharap kerja sama edukatif dengan Universitas Teknokrat Indonesia dapat terus berlanjut guna memperkaya wawasan siswa dan guru terhadap perkembangan teknologi terkini.










