Bandar Lampung (Lampost.co) – Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Terbaik di Lampung kembali menunjukkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan mereka dalam ajang Academic Expo Universitas Teknokrat Indonesia. Salah satu produk yang mencuri perhatian pengunjung adalah Clay Mirror, dekorasi interior estetik yang dikembangkan melalui mata kuliah Manajemen Pemasaran.
Clay Mirror menggabungkan fungsi cermin dengan sentuhan seni berbahan dasar clay. Produk ini dirancang tidak hanya sebagai elemen fungsional, tetapi juga sebagai dekorasi artistik yang mampu mempercantik ruangan. Konsep handmade membuat setiap Clay Mirror tampil unik, baik dari segi bentuk, warna, maupun detail desain, sehingga menghadirkan kesan eksklusif bagi penggunanya.
Baca juga: Thomas Amirico Kukuhkan Pengurus MKKS dan MGMP Lampung di Universitas Teknokrat Indonesia
Produk ini lahir dari kepekaan mahasiswa dalam melihat tren dan peluang pasar. Tingginya minat generasi muda terhadap dekorasi rumah yang unik dan bernilai seni mendorong mahasiswa untuk menghadirkan Clay Mirror sebagai solusi dekorasi kreatif yang memiliki potensi bisnis. Melalui mata kuliah Manajemen Pemasaran, mahasiswa dilatih untuk menganalisis kebutuhan konsumen, menentukan segmentasi pasar, serta menyusun strategi positioning produk agar mampu bersaing di industri kreatif.
Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Pemasaran, Fitri S.M., M.Sc., menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya mempelajari teori pemasaran di kelas, tetapi juga menerapkannya secara langsung melalui produk nyata.
“Mahasiswa kami arahkan untuk mengembangkan ide produk, menyusun strategi pemasaran, hingga memanfaatkan media digital agar produk memiliki nilai jual dan peluang usaha,” jelasnya.
Selain fokus pada desain, mahasiswa juga menerapkan strategi pemasaran yang mencakup penentuan harga, promosi, serta pemanfaatan platform digital sebagai media pemasaran. Pendekatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis dalam mengelola dan memasarkan produk sesuai karakteristik pasar sasaran.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., mengapresiasi karya mahasiswa yang ditampilkan dalam Academic Expo, termasuk produk Clay Mirror.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UTI tidak hanya mampu berpikir kreatif, tetapi juga memiliki kemampuan analisis bisnis dan pemasaran yang baik. Academic Expo menjadi wadah penting untuk mengasah jiwa kewirausahaan mahasiswa sekaligus menyiapkan mereka agar siap bersaing di dunia industri dan usaha,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam Academic Expo, Clay Mirror diharapkan dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat serta menjadi bukti bahwa mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia mampu mengintegrasikan kreativitas, strategi pemasaran, dan peluang bisnis dalam menghasilkan produk inovatif yang bernilai ekonomi.
Adapun Universitas Teknokrat Indonesia mengusung konsep Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan (KIBB) menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang kreatif, relevan, dan berwawasan lingkungan. Kampus fokus pada penelitian aplikatif, pemecahan masalah masyarakat (sosial, ekonomi, teknologi), serta menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian, seperti yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia dan inisiatif Kampus Berdampak Kemdiktisaintek. Program ini merupakan kelanjutan dari Kampus Merdeka yang bertujuan agar perguruan tinggi menjadi pusat solusi bagi permasalahan kompleks di masyarakat.










