Natar (Lampost.co) – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kampus terbaik di Lampung terus memperluas perannya dalam menyiapkan generasi muda menghadapi era digital. Melalui Center of Excellence (CoE) Metaverse, UTI menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “AI for Metaverse Creation” di SMK Budi Karya Natar, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan ini dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman dan keterampilan praktis dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi metaverse, dua bidang yang kini menjadi fondasi industri digital masa depan.
PKM tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom., Ketua CoE Metaverse Yuri Rahmanto, M.Kom., Kepala SMK Budi Karya Natar Hasan Basri, S.Kom., tim dosen dan mahasiswa CoE Metaverse, serta siswa-siswi Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
Kepala SMK Budi Karya Natar, Hasan Basri, mengapresiasi inisiatif Universitas Teknokrat Indonesia yang menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi mutakhir langsung ke lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan ini membuka wawasan siswa terhadap perkembangan teknologi yang relevan dengan dunia kerja.

Wakil Rektor Bidang Akademik UTI, Dr. Ryan Randy Suryono, menegaskan bahwa penguasaan AI dan metaverse menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan digital.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan SMK sangat dibutuhkan agar siswa tidak hanya siap secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri berbasis teknologi imersif,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen kerja sama jangka panjang, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Teknokrat Indonesia dan SMK Budi Karya Natar dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada sesi praktik, siswa mendapatkan pengalaman langsung membuat aset 3D menggunakan tools berbasis AI. Aset tersebut kemudian diunggah ke Roblox Studio untuk membangun lingkungan virtual tiga dimensi yang dapat dimainkan melalui PC maupun VR headset. Seluruh proses praktik didampingi langsung oleh dosen dan mahasiswa CoE Metaverse UTI.
Ketua CoE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia, Yuri Rahmanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep metaverse secara teoritis.
“Kami ingin siswa merasakan langsung bagaimana AI dan metaverse digunakan dalam proses kreatif yang saat ini dibutuhkan industri digital,” katanya.
Melalui PKM bertema “AI for Metaverse Creation” ini, Universitas Teknokrat Indonesia berharap dapat meningkatkan kompetensi digital siswa SMK, menumbuhkan kreativitas di bidang teknologi 3D dan metaverse, serta membuka wawasan generasi muda terhadap peluang karier di industri teknologi masa depan.
Adapun Universitas Teknokrat Indonesia mengusung konsep Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan (KIBB) menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang kreatif, relevan, dan berwawasan lingkungan. Kampus fokus pada penelitian aplikatif, pemecahan masalah masyarakat (sosial, ekonomi, teknologi), serta menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian, seperti yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia dan inisiatif Kampus Berdampak Kemdiktisaintek. Program ini merupakan kelanjutan dari Kampus Merdeka yang bertujuan agar perguruan tinggi menjadi pusat solusi bagi permasalahan kompleks di masyarakat.










