Panaragan (Lampost.co)– Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kampus terbaik di Lampung terus mendorong literasi teknologi digital di kalangan pelajar. Melalui Center of Excellence (CoE) Metaverse, UTI menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “AI for Metaverse Creation” di SMAN 3 Tulang Bawang Tengah, Jumat (23/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan metaverse, yang kini menjadi bagian penting dari perkembangan industri digital global.
Baca juga: Teknokrat Kenalkan AI dan Metaverse ke Siswa SMK Budi Karya Natar
PKM tersebut dihadiri Ketua CoE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia Yuri Rahmanto, M.Kom., Kepala SMAN 3 Tulang Bawang Tengah Sukeri, S.Pd., tim dosen dan mahasiswa CoE Metaverse, serta siswa-siswi yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Sebagai bentuk penguatan kolaborasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Teknokrat Indonesia dan SMAN 3 Tulang Bawang Tengah. Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan kompetensi digital siswa.

Pada sesi praktik, para siswa mendapatkan pengalaman langsung membuat aset tiga dimensi (3D) menggunakan tools berbasis AI. Aset tersebut kemudian diunggah ke platform Roblox Studio untuk membangun lingkungan virtual 3D yang dapat dimainkan melalui perangkat PC maupun VR headset. Selama praktik berlangsung, siswa mendapat pendampingan langsung dari tim dosen dan mahasiswa CoE Metaverse UTI.
Ketua CoE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia, Yuri Rahmanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep metaverse secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata.
“Pengalaman praktik ini kami sesuaikan dengan kebutuhan industri digital saat ini, sehingga siswa memiliki gambaran awal tentang peluang dan tantangan teknologi imersif,” ujarnya.
Melalui PKM bertema “AI for Metaverse Creation” ini, Universitas Teknokrat Indonesia berharap dapat membuka wawasan siswa terhadap pemanfaatan AI dan metaverse, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di era digital.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Bidang Akademik, Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom., menegaskan bahwa pengenalan teknologi AI dan metaverse sejak bangku sekolah menengah merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi transformasi digital.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk berbagi pengetahuan dan teknologi dengan sekolah. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin siswa SMA memiliki wawasan awal tentang teknologi masa depan dan terdorong untuk terus mengembangkan kompetensi digitalnya,” ujar Ryan.
Adapun Universitas Teknokrat Indonesia mengusung konsep Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan (KIBB) menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang kreatif, relevan, dan berwawasan lingkungan. Kampus fokus pada penelitian aplikatif, pemecahan masalah masyarakat (sosial, ekonomi, teknologi), serta menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian, seperti yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia dan inisiatif Kampus Berdampak Kemdiktisaintek. Program ini merupakan kelanjutan dari Kampus Merdeka yang bertujuan agar perguruan tinggi menjadi pusat solusi bagi permasalahan kompleks di masyarakat.










