Metro (Lampost.co)– Center of Excellence (CoE) Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong literasi teknologi digital di kalangan pelajar. Terbaru, CoE Metaverse menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “AI for Metaverse Creation” di MAN 1 Metro, Sabtu, 24 Januari 2026.
Kegiatan ini dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman dan keterampilan dasar pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi metaverse yang kini menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan dan industri kreatif digital.
Baca juga: Teknokrat Perluas Literasi Digital, Kenalkan AI dan Metaverse ke Siswa SMAN 3 Tulang Bawang Tengah
PKM tersebut dihadiri Ketua CoE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia Yuri Rahmanto, M.Kom., Kepala MAN 1 Metro Sutarmo, S.Kom., tim mahasiswa CoE Metaverse, serta puluhan siswa MAN 1 Metro yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Dalam sambutannya, Yuri Rahmanto menegaskan pentingnya penguasaan teknologi masa depan sejak dini. Menurutnya, AI dan metaverse tidak lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi ekosistem baru dalam dunia pendidikan, kreatif, dan industri global. “Pelajar perlu diperkenalkan sejak awal agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga kreator teknologi,” ujarnya.
Pada sesi inti, siswa diajak langsung mempraktikkan pembuatan dunia metaverse menggunakan platform Roblox. Peserta belajar membuat aset 3D dengan bantuan tools berbasis AI, mengunggahnya ke Roblox Studio, hingga membangun lingkungan dunia virtual interaktif yang dapat dimainkan melalui PC maupun perangkat VR Headset. Praktik ini memberi pengalaman nyata kepada siswa sebagai kreator dunia digital.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. Mahathir Muhammad, SE., MM. mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai PKM ini sebagai wujud nyata komitmen kampus dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital.
“Melalui PKM bertema AI dan metaverse ini, kami berharap siswa MAN 1 Metro memiliki wawasan serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Universitas Teknokrat Indonesia akan terus mendorong kolaborasi dengan sekolah dalam menghadirkan inovasi pendidikan berbasis teknologi,” kata Mahathir.
Melalui kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia berharap dapat meningkatkan kompetensi digital siswa, menumbuhkan kreativitas di bidang teknologi 3D dan metaverse, sekaligus membuka wawasan peserta terhadap peluang karier di industri teknologi masa depan.
Adapun Universitas Teknokrat Indonesia mengusung konsep Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan (KIBB) menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang kreatif, relevan, dan berwawasan lingkungan. Kampus fokus pada penelitian aplikatif, pemecahan masalah masyarakat (sosial, ekonomi, teknologi), serta menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian, seperti yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia dan inisiatif Kampus Berdampak Kemdiktisaintek. Program ini merupakan kelanjutan dari Kampus Merdeka yang bertujuan agar perguruan tinggi menjadi pusat solusi bagi permasalahan kompleks di masyarakat.










