Bandar Lampung (Lampost.co)–Inovasi teknologi di bidang peternakan terus mengalami lompatan besar pada awal tahun 2026. Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Kampus Terbaik di Lampung, kembali mengukuhkan posisi sebagai pionir teknologi dengan menghadirkan AgroBot Feed, sebuah robot pemberi pakan ternak sapi otomatis yang dirancang untuk merevolusi efisiensi operasional para peternak.
AgroBot Feed merupakan buah karya kolaborasi lintas keilmuan yang melibatkan tiga pusat unggulan di UTI, yakni Center of Excellence Smart Agriculture, Center of Excellence Robotics, dan Center of Excellence Artificial Intelligence. Sinergi ini menciptakan solusi teknologi yang tidak hanya canggih secara teoretis, tetapi juga sangat aplikatif untuk menjawab tantangan nyata di sektor peternakan nasional saat ini.
Proyek ambisius ini dikembangkan di bawah bimbingan dosen ahli, Dedi Darwis dan Ridwan Mahenra. Keduanya secara intensif mengarahkan mahasiswa untuk melakukan riset mendalam serta rekayasa teknologi modern agar produk yang dihasilkan memiliki durabilitas dan akurasi tinggi.
Baca juga: Inovasi Mahasiswa Teknokrat: Simba Smart Health System Ubah Budi Daya Ikan Jadi Lebih Cerdas
Otomatisasi Presisi untuk Efisiensi Maksimal
AgroBot Feed hadir sebagai jawaban atas kendala klasik peternakan sapi, yaitu keterbatasan tenaga kerja dan ketidakkonsistenan waktu pemberian pakan. Robot ini mampu mendistribusikan pakan secara otomatis sesuai dengan jadwal dan takaran yang telah diprogram secara presisi melalui sistem kendali cerdas.
Dengan implementasi teknologi ini, beban kerja fisik peternak berkurang signifikan. Selain itu, akurasi jumlah pakan yang diberikan memastikan kebutuhan nutrisi ternak terpenuhi tanpa ada pemborosan material pakan. Hal ini menjadi krusial bagi pengelolaan peternakan skala menengah hingga besar yang menuntut efisiensi biaya operasional tinggi di tahun 2026.
Integrasi AI dan Robotika dalam Smart Agriculture
Keunggulan utama AgroBot Feed terletak pada integrasi tiga pilar teknologi modern. Sistem mekanik robotika yang andal memastikan mobilitas robot di area kandang, sementara platform Smart Agriculture memastikan sistem ini selaras dengan manajemen peternakan modern. Peran artificial intelligence (AI) disiapkan untuk tahap pengembangan selanjutnya, di mana robot akan mampu menganalisis data lingkungan dan kondisi ternak untuk menyesuaikan pola pemberian pakan secara otonom.
Dosen pembimbing, Dedi Darwis, menjelaskan fokus pengembangan tidak hanya pada fungsi mekanis. “Ke depan, AgroBot Feed akan dibekali kemampuan pengambilan keputusan berbasis data, sehingga pemberian pakan benar-benar personal sesuai dengan kondisi tiap kelompok ternak,” ujarnya.
Ridwan Mahenra menambahkan proyek ini menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa. “Di sini, mahasiswa belajar mengintegrasikan hardware, software, dan AI dalam satu ekosistem nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” kata Ridwan.
Sorotan Utama di Academic Expo UTI 2026
Teknologi AgroBot Feed telah dipamerkan secara resmi dalam ajang Academic Expo Universitas Teknokrat Indonesia yang berlangsung pada 21–22 Januari 2026. Kehadiran robot ini menyedot perhatian besar dari pengunjung dan pelaku industri peternakan yang hadir, karena dinilai sebagai solusi konkret terhadap digitalisasi sektor agrikultur di Lampung.
Inovasi ini mencerminkan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung transformasi digital nasional. Melalui fasilitas Center of Excellence, UTI terus mewadahi ide-ide kreatif mahasiswa untuk diwujudkan menjadi prototipe teknologi yang siap dihilirisasi ke masyarakat luas.
Apresiasi Rektor terhadap Karya Multidisiplin
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan mahasiswa dalam menciptakan AgroBot Feed. Menurutnya, kolaborasi multidisiplin adalah kunci dalam menghasilkan inovasi yang berdampak luas.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. AgroBot Feed adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu menghasilkan teknologi tepat guna yang mendukung kesejahteraan peternak dan kemajuan sektor pangan kita,” ujar Nasrullah Yusuf.
Pihak universitas berkomitmen terus memperkuat peran pusat-pusat unggulan riset sebagai motor penggerak hilirisasi teknologi, sehingga produk seperti AgroBot Feed dapat segera diimplementasikan secara massal di berbagai sentra peternakan di Indonesia.










