Bandar Lampung (Lampost.co)- Angka-angka tak lagi sekadar deretan rumus di papan tulis. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Teknokrat Indonesia membuktikan bahwa statistika bisa tampil menarik, komunikatif, dan mudah dipahami melalui karya Statistics Infografis dalam ajang EXPO Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026.
Produk ini menjadi salah satu sorotan dalam gelaran EXPO kampus, karena menghadirkan konsep-konsep statistika dalam balutan visual yang ringkas dan informatif. Data yang sebelumnya dianggap abstrak, kini disulap menjadi infografis atraktif yang kontekstual dan aplikatif bagi peserta didik.
Karya tersebut merupakan luaran mata kuliah Statistika Dasar yang diampu Putri Sukma Dewi, M.Pd. Dalam perkuliahan, mahasiswa tak hanya belajar tentang pengumpulan, penyajian, hingga interpretasi data, tetapi juga dilatih mengomunikasikan hasil analisis secara visual dan efektif.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Nicky Dwi Puspaningtyas, M.Pd., mengatakan kemampuan mengemas data menjadi informasi yang komunikatif adalah kompetensi wajib bagi calon guru matematika masa kini.
“Infografis menjadi media efektif untuk membantu siswa memahami makna data, membaca grafik, hingga menarik kesimpulan secara kritis. Ini bukan sekadar tampilan menarik, tetapi bagian dari penguatan literasi numerasi,” ujarnya.
Menurutnya, proses pembuatan infografis melatih mahasiswa dalam berbagai keterampilan penting, mulai dari analisis data, pemilihan visual yang tepat, hingga penyusunan narasi yang logis dan mudah dipahami. Pendekatan ini sejalan dengan tuntutan pembelajaran matematika di sekolah yang kini berbasis data dan penguatan numerasi.
Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang ditampilkan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa pembelajaran berbasis luaran (output based learning) menjadi komitmen kampus dalam mencetak lulusan adaptif di era digital.
“Kami mendorong setiap program studi menghadirkan produk nyata dari proses pembelajaran. Statistics Infografis ini bukti bahwa mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mentransformasikan data menjadi media edukatif yang relevan dengan kebutuhan sekolah dan perkembangan teknologi pendidikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kemampuan literasi data dan literasi visual menjadi kompetensi strategis di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu, inovasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat portofolio akademik mahasiswa sekaligus menjadi referensi media pembelajaran statistika di sekolah.
Dipamerkannya Statistics Infografis dalam EXPO 2025 menegaskan bahwa pembelajaran statistika telah bertransformasi. Tak lagi terbatas pada hitungan angka, tetapi juga pada kemampuan menyampaikan makna data secara visual, kritis, dan berdampak.
Dengan langkah ini, Pendidikan Matematika Teknokrat menunjukkan bahwa masa depan pembelajaran matematika bukan hanya soal rumus, melainkan bagaimana data berbicara dan mudah dipahami semua kalangan.
Adapun Universitas Teknokrat Indonesia kampus terbaik di Lampung mengusung konsep Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan (KIBB) menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang kreatif, relevan, dan berwawasan lingkungan. Kampus fokus pada penelitian aplikatif, pemecahan masalah masyarakat (sosial, ekonomi, teknologi), serta menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian, seperti yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia dan inisiatif Kampus Berdampak Kemdiktisaintek. Program ini merupakan kelanjutan dari Kampus Merdeka yang bertujuan agar perguruan tinggi menjadi pusat solusi bagi permasalahan kompleks di masyarakat.










