Bandar Lampung (Lampost.co)—Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Teknokrat Indonesia kampus terbaik di Lampung kembali mencuri perhatian dalam EXPO Universitas Teknokrat Indonesia Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 melalui peluncuran buku antologi prosa berjudul The Long Road Back to Self: Anthology of Adult Children Stories with Vocabulary Test.
Buku ini menjadi salah satu produk unggulan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, sekaligus menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam mengemas pembelajaran sastra menjadi karya nyata yang bernilai akademik dan edukatif.
Antologi tersebut lahir dari mata kuliah Prose, yang mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori sastra, tetapi juga mempraktikkan langsung penulisan karya fiksi berbahasa Inggris.
Baca juga: Academic Expo Universitas Teknokrat Indonesia Hadirkan Inovasi Kebun Kita
Cerita-cerita dalam buku ini mengangkat tema adult children stories, yaitu kisah reflektif tentang perjalanan individu dewasa dalam menghadapi keluarga, masa lalu, luka batin, serta proses menemukan jati diri.
Dengan gaya bahasa yang beragam dan dekat dengan pengalaman sehari-hari, para penulis muda ini berhasil menghadirkan cerita yang emosional namun tetap relevan bagi pembaca luas. Tema-tema yang diangkat juga mencerminkan realitas sosial yang akrab dengan generasi muda, sehingga membuat antologi ini mudah diterima, termasuk oleh pembaca non-akademik.
Salah satu keunikan buku ini adalah adanya Vocabulary Test di setiap cerita. Fitur tersebut membantu pembaca memahami kosakata penting yang muncul dalam teks, menjadikan buku ini tidak hanya menarik secara sastra, tetapi juga bermanfaat sebagai sarana pembelajaran bahasa Inggris.
Baca juga: Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Teknokrat Hadirkan Digital Games for Math
Konsep ini relevan dengan dunia pendidikan, di mana karya sastra kini semakin banyak digunakan di sekolah sebagai media penguatan literasi dan karakter.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Afrianto, menyampaikan bahwa antologi ini memiliki peran penting bagi pengembangan prodi. Menurutnya, calon guru bahasa Inggris perlu akrab dengan sastra kontemporer yang dekat dengan realitas siswa. “Melalui karya ini, mahasiswa dilatih berpikir kritis, reflektif, dan mampu mengaitkan sastra dengan praktik pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Mata kuliah Prose yang diampu oleh Dr. E. Ngestirosa Endang Woro Kasih menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Mahasiswa terlibat langsung mulai dari penulisan, penyuntingan, hingga penyusunan buku, sehingga menghasilkan pengalaman belajar yang utuh dan bermakna. Kesan positif disampaikan oleh Laura Masyitha Alya Nurdiyono, yang menilai proyek ini meningkatkan keberanian berekspresi.
“Menulis cerita dalam bahasa Inggris dengan tema yang dekat dengan kehidupan membuat saya lebih berani menuangkan ide dan perasaan. Proses diskusi dan revisi membantu saya memahami sastra secara lebih mendalam,” tuturnya.
Sementara itu, Mellyza Septia Rini menambahkan bahwa keterlibatan dalam antologi ini memperkuat kepekaan akademik dan emosionalnya. “Kami belajar menyusun cerita secara runtut dan reflektif. Tantangan memilih diksi yang tepat justru melatih saya berpikir kritis dan empatik sebagai calon guru,” ungkapnya.
Dipamerkannya The Long Road Back to Self di ajang EXPO kampus menjadi bukti bahwa karya sastra mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas. Antologi ini diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa lain, memperkuat citra Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, serta menegaskan bahwa sastra tetap relevan dan hidup dalam dunia pendidikan masa kini.







