BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) — Tiga dosen Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) yaitu Very Hendra Saputra dari Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP), Dedi Darwis dan Ade Surahman dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) menggelar pelatihan pembuatan game edukasi menggunakan aplikasi di SMP Muhammadiyah 1 Ambarawa, Pringsewu pada 11-12 Juli 2019. Aplikasi tersebut bisa digunakan sebagai media pembelajaran yang lebih inovatif.
Menurut Very Hendra, media pembelajaran cukup menentukan proses pendidikan. Semakin menarik media yang digunakan, peserta didik akan semakin tertarik untuk belajar sehingga hasil belajar makin meningkat.
“Fungsi media adalah sebagai alat pengirim pesan dari pendidik ke peserta didik. Jika materi pelajaran dikemas dengan media yang menarik, kemungkinan besar siswa akan lebih tertarik dan termotivasi dalam belajar meski materi dianggap sulit oleh siswa. Selain itu, media memudahkan guru dalam memberikan pelajaran kepada siswa,” kata dosen matematika tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima Lampung Post, Minggu (14/07/2019).
Menurutnya, hal ini adalah satu tujuan dari tri darma perguruan tinggi yakni program pengabdian kepada masyarakat. Acara ini diikuti oleh 11 dewan guru dari berbagai disiplin ilmu. Terkait hal itu Tahrir, selaku Kepala SMP Muhammadiyah 1 Ambarawa mendukung kegiatan tri darma.
“Selama itu bersifat positif dan bermanfaat kami mendukung program tersebut.”
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diisi dengan materi tentang media pembelajaran dan desain membuat game game edukasi menggunakan software construct 2. Selain mendapatkan materi, para guru diminta untuk membuat suatu proyek menggunakan software construct 2 pada materi pelajaran yang diampu.
Tahrir berharap hasil dari pelatihan tersebut dapat diaplikasikan pada saat proses pembelajaran sebagai alat atau media yang berfungsi untuk mempermudah dalam proses pembelajaran.
Tahrir mengajak dosen maupun mahasiswa yang terlibat dalam pengabdi¬an masyarakat dapat berkomitmen meningkatkan kolaborasi. “Untuk dapat bersaing pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan hendaknya bersifat kreatif, inovatif, serta mampu memberikan karakteristik dan identitas dari perguruan tinggi bersangkutan. Kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu itu penting dalam implementasi pengabdian karena sudah masuk era revolusi industri 4.0 sehingga masyarakat dapat saling melengkapi satu sama lain,” ujarnya.










